Breaking News

7 Jenis Vaksin yang Dipakai untuk Booster Kedua, Pastikan Dosisnya Tepat!

Vaksinasi booster COVID-19. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Meskipun saat ini wabah COVID-19 sudah melandai, tapi sebagai tindak lanjut dari langkah pencegahan, pemerintah terus melaksanakan program vaksinasi. Pemberian vaksin booster kedua untuk umum kembali dilakukan.

Pelaksanaan program vaksinasi booster kedua akan mulai dilaksanakan oleh Kemenkes pada tanggal 24 Januari 2023 mendatang. Hal ini didasari pada apa yang tertuang di Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/C/380/2023.

"Untuk pengendalian penyebaran COVID-19 dan mencegah terjadinya lonjakan kasus maka penting untuk mendorong masyarakat tetap melakukan vaksinasi dosis primer dan dosis lanjutan, booster termasuk booster kedua," sebut dr. Syahril melalui konferensi pers daring, dikutip Rabu (25/1/2023). Tujuan booster kedua, untuk meningkatkan titer antibodi atau kekebalan untuk memperpanjang masa perlindungan.

Ia menambahkan, titer antibodi masyarakat Indonesia mulai menurun karena pemberian vaksin booster pertama atau dosis ketiga sudah lebih dari enam bulan lalu. Ia mengatakan, pada pertengahan Februari mendatang Kemenkes akan merilis hasil sero survei antibodi untuk mengetahui level nilai antibodi masyarakat Indonesia.

"Pemberian vaksin booster pertama sudah lebih dari 6 bulan. Jadi, ada kemungkinan titer antibodi sudah menurun sehingga butuh tambahan vaksin booster kedua," terangnya.

Selain itu, ia menyebut, bahwa pemberian vaksinasi COVID-19 dosis primer dan lanjutan dilakukan sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 53 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 pada Masa Transisi Menuju Endemi. 

Berkaitan dengan hal tersebut, Kemenkes telah mengirimkan puluhan juta tiket vaksinasi COVID-19 booster kedua kepada masyarakat melalui PeduliLindungi secara bertahap. Hari ini, Kemenkes telah mengirimkan sekitar 40 juta tiket vaksinasi.

"Bagi masyarakat yang sudah mendapatkan tiket, segera datang ke Fasyankes atau pos vaksinasi terdekat untuk mendapatkan vaksin booster," ajaknya. Sedangkan, bagi masyarakat yang sudah menerima vaksin dosis ketiga dengan interval lebih dari 6 bulan sudah bisa menerima dosis keempat tanpa perlu tiket dari PeduliLindungi. 

Syahril mengatakan, hasil vaksinasi booster kedua bisa dicatat manual terlebih dahulu dan dimasukkan ke PeduliLindungi setelah menerima tiket. "Apabila masyarakat sudah melakukan vaksinasi booster kesatu atau interval lebih dari 6 bulan sudah mulai bisa divaksinasi booster kedua tanpa perlu menunggu atau mendapat tiket dari PeduliLindungi," ujarnya.

Jenis Vaksin Booster Kedua

Mengacu pada informasi yang telah beredar, sedikitnya terdapat tujuh jenis vaksin yang akan digunakan untuk program booster kedua ini. Ketujuh vaksin tersebut adalah Sinovac, Astrazeneca, Pfizer, Moderna, Janssen, Sinopharm, dan Covovax.

Untuk dosis yang diberikan sendiri wajib menyesuaikan dengan jenis booster pertama yang diterima sebelumnya. Secara singkat, berikut gambaran dosis vaksin booster kedua mengacu pada jenis vaksin booster pertama yang diterima:

1. Jenis booster pertama menggunakan Sinovac, maka booster kedua menggunakan Astrazeneca atau Pfizer dengan setengah dosis atau 0,25 ml, atau Moderna, Sinopharm, Sinovac, Zifivax, Indovac, Inavac dosis penuh atau 0,5 ml.

2. Jenis booster pertama menggunakan Astrazeneca, maka booster kedua menggunakan Moderna setengah dosis atau 0,25 ml, atau Pfizer sebanyak 0,15 ml, atau Astrazeneca sebanyak 0,5 ml.

3. Jenis booster pertama menggunakan Pfizer, maka booster kedua menggunakan Pfizer dosis penuh atau 0,3 ml, Moderna separuh dosis atau 0,25 ml, atau Astrazeneca dosis penuh atau 0,25 ml.

4. Jenis booster pertama menggunakan Moderna, maka booster kedua menggunakan Moderna setengah dosis atau 0,25 ml, atau Pfizer setengah dosis atau 0,15 ml.

5. Jenis booster pertama menggunakan Janssen, maka booster kedua menggunakan Janssen dosis penuh atau 0,5 ml, atau Pfizer dosis penuh atau 0,3 ml, atau Moderna separuh dosis sebanyak 0,25 ml.

6. Jenis booster pertama menggunakan Sinopharm, maka booster kedua menggunakan Sinopharm dosis penuh atau 0,5 ml, atau Zifivax dosis penuh sebanyak 0,5 ml.

7. Jenis booster pertama menggunakan Covovax, maka booster kedua menggunakan Covovax dosis penuh sebanyak 0,5 ml. (tim redaksi)

#vaksinbooster
#vaksinasicovid19
#boosterkedua
#jenisvaksinbooster
#antibodi
#aplikasipedulilindungi
#kemenkes

Tidak ada komentar