Breaking News

217 Hektare Lahan Sawah Terendam Banjir, Petani Kabupaten Tangerang Rugi Rp344 Juta

Petugas DPKP Kabupaten Tangerang melihat lahan sawah yang terendam banjir. Foto: net

WELFARE.id-Dampak banjir yang terjadi pada akhir tahun 2022 lalu, membuat sejumlah sawah di beberapa kecamatan di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten terendam air dan puso. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyebutkan, kerugian para petani di daerah itu diperkirakan mencapai Rp344 juta akibat tanaman padi mereka terdampak banjir beberapa waktu lalu. 

"Total kerugian akibat banjir di sektor pertanian ini ditaksir mencapai Rp344 juta yang terdiri dari biaya benih, olah tanah, penanaman, obat-obatan dan pemeliharaan," terang Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika, Rabu (25/1/2023).

Dia juga menyebutkan, berdasarkan data total ada 217 hektare lahan sawah di Kabupaten Tangerang terendam banjir. Dari jumlah itu, sekitar 52 persen atau 113 hektare mengalami puso atau gagal panen akibat banjir yang merendam lahan sawah para petani.

"Data ini kami peroleh dari petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman) setelah hasil monitoring pasca-banjir terhadap luasan sawah yang terdampak banjir," katanya juga.

Adapun dari luasan lahan sawah yang terdampak, katannya juga, diantaranya tersebar di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Tiga raksa, Cisoka, Panongan, Gunung Kaler, Balaraja, Jayanti, dan Kecamatan Kresek. 

Dalam upaya meminimalisir kerugian para petani, lanjut dia, pihaknya kini telah mengusulkan bantuan kepada Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten berupa benih padi sawah sebanyak 2.825 kilogram (kg) sesuai dengan jumlah sawah yang mengalami puso yaitu 113 hektare tersebut.

Selain itu, lanjut Asep, pihaknya juga terus memantau serta melaksanakan pembinaan yang dilaksanakan oleh para penyuluh pertanian kepada para petani yang terkena dampak banjir. 

"Tentu kami saat ini tengah berupaya untuk memberikan ganti rugi kepada petani. Sejauh ini kami juga sudah mengajukan bantuan kepada Pemprov Banten untuk meminta benih padi sebagai ganti rugi itu," tandasnya. (tim redaksi)


#kebanjiran
#kabupaten tangerang
#fuso
#tanamanpadimati
#dpkpkabupatentangerang
#distanbanten
#provinsibanten

Tidak ada komentar