Breaking News

21 Hari Terendam Banjir, Jalan Alternatif Pati-Kudus Masih Belum Bisa Dilalui

Banjir yang melanda Pati (twitter) 

WELFARE.id – Banjir yang merendam Kabupaten Pati, Jawa Tengah sudah berlangsung 21 hari. Meski di beberapa lokasi banjir tersebut sudah surut, namun di lokasi lainnya ketinggian banjir masih cukup tinggi. 

Salah satu lokasi yang hingga kini masih terendam banjir adalah Jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Pati dengan Kabupaten Kudus, tepatnya di Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Pati. Jalan tersebut hingga Kamis (19/1/2023) pagi masih terendam banjir antara 50 sentimeter hingga 70 sentimeter, sepanjang 3 kilometer. 

Akibatnya, sejumlah pengendara tak berani melintas, karena dikhawatirkan akan mogok di tengah-tengah kepungan banjir. 

Desa Kasiyan, Sukolalo, Pati merupakan satu desa yang berada di 6 kecamatan di Kabupaten Pati, yang hingga kini masih terendam banjir. Banjir sudah terjadi sejak tanggal 31 Desember 2022 lalu, atau sudah 19 hari ini. 

Selain merendam jalur alternatif Pati – Kudus hingga tak dapat dilalui kendaraan, banjir juga masih merendam rumah-rumah warga. Meski ketinggian banjir sudah berkurang sejak beberapa hari lalu, namun di beberapa lokasi terdalam, ketinggian banjir masih berkisar antara 60 sentimeter hingga 80 sentimeter. 

Akibatnya seluruh aktivitas warga terganggu. Warga juga terpaksa menggunakan perahu untuk beraktivitas di tengah kepungan banjir. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati dan Kodim 0718/Pati melaporkan, banjir di Kabupaten Pati menyisakan 19 desa. 

Belasan desa itu tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Sukolilo, Kayen, Gabus, Pati, Jakenan, dan Juwana. Umumnya, desa-desa itu terletak di pinggir Sungai Juwana atau Sungai Silugonggo. 

Ketinggian air di desa-desa itu bervariasi. Antara 10 cm hingga 150 cm. 

Desa-desa yang masih tergenang di antaranya Desa Banjarsari, Mintobasuki, Tanjang, Babalan (Gabus), Kasiyan, Gadudero (Sukolilo), Srikaton, Pasuruhan, Pesagi (Kayen), Mustokoharjo (Pati), Ngastorejo (Jakenan) dan Doropayung (Juwana). 

Banjir di Kabupaten Pati tahun ini merupakan yang terparah dan terlama, serta berdampak cukup luas. Selain karena intensitas hujan yang tinggi, penyebab lain adalah banyaknya sungai-sungai di wilayah Pati yang mengalami sedimentasi cukup parah dan adanya penggundulan hutan di Pegunungan Kendeng Kawasan Utara, yang berada di sebelah selatan wilayah Kabupaten Pati. (tim redaksi) 

#banjir
#banjirpati
#jaluralternatif
#jaluralternatifpatikudus
#jalanalternatif

Tidak ada komentar