Breaking News

1.600 Buruh Dua Pabrik Sepatu Bakal Dirumahkan, Pj Gubernur Banten: Akibat Kondisi Global!

Sejumlah pegawai PT Nikomas Gemilang tengah membuat sepatu di pabriknya di kawasan Serang, Provinsi Banten. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Akhirnya, badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) "menerjang" ribuan buruh di Provinsi Banten. Itu terjadi setelah dua pabrik sepatu di Kabupaten Serang, mengeluarkan surat agar para karyawannya mengundurkan diri secara sukarela. 

Adapun kedua pabrik sepatu itu adalah PT Nikomas Gemilang dan PT Parkland World Indonesia (PWI). Tidak tanggung-tanggung, ribuan buruh di dua pabrik sepatu ekspor itu bakal dirumahkan. 

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa mengaku, pihaknya telah mengagendakan rapat bersama Disnakertrans Provinsi Banten.

”Nanti kami akan agendakan rapat terkait rencana PHK sebanyak 1.600 buruh di dua pabrik sepatu. Ini masalah serius yang harus dicarikan jalan keluarnya,” terang Mendrofa, Jumat (13/1/2023).

Sebelumnya, PT Nikomas Gemilang, produsen sepatu olahraga akan merumahkan 1.600 pegawainya. Pihak perusahaan mengatakan para karyawan tersebut diminta mengundurkan diri karena imbas perang Rusia dan Ukraina, harga energi serta permintaan sepatu olah raga yang merosot. 

Humas PT Nikomas Gemilang Danang Widi mengatakan pendaftaran pengunduran diri sukarela itu dibuka pada 11-12 Januari 2023. Seluruh hak pegawai akan dibayar tunai oleh perusahaan, sesuai peraturan yang berlaku.

"Konflik Rusia Ukraina di awal tahun, kenaikan harga BBM secara global, tingkat inflasi yang tinggi, penurunan pesanan dan pengaruh berbagai faktor internasional lainnya, menyebabkan pasar sepatu olahraga internasional menurun drastis dan harga bahan baku terus meningkat," ujar Danang dalam keterangan resminya dikutip Jumat (10/1/2022).

Perusahaan alas kaki itu mengaku telah menempuh berbagai cara agar tidak ada pengurangan karyawan, namun mereka tak berdaya melawan kondisi ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian.

"Berbagai hal telah kami lakukan seperti stop rekrutmen, tidak ada lembur, pengurangan jam kerja dan program cuti khusus, namun tidak dapat kami hindari dan dengan berat hati kami harus melaksanakan program pengunduran diri karyawan sukarela," kata dia.

Dia mengatakan keputusan merumahkan ribuan pegawainya itu merupakan pilihan terakhir dan telah dilakukan diskusi dengan serikat buruh hingga pemerintah daerah (pemda) setempat.

Pihak perusahaan mengatakan upaya perampingan keuangan juga dilakukan melalui pengurangan jam kerja, penggajian hanya 70 persen agar semua bisa tetap bekerja, tetap mendapat gaji meski hanya bekerja 3 hari dalam sepekan.

Walaupun langkah itu telah dilakukan, namun dinilai tidak bisa menyelamatkan kondisi perusahaan. ”Sejauh ini kita selalu berdiskusi dengan serikat, stakeholder pemerintah seperti Disnaker. Jadi, Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada yang protes, karena kita selalu menjelaskan ini bukan kemauan perusahaan," cetusnya. 

Sedangkan Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, kebijakan perusahaan yang meminta kepada ribuan karyawan untuk mengundurkan diri dapat dimaklumi karena dampak kondisi ekonomi global. 

”Itu bagian dari suatu keadaan global, saya berkomunikasi dengan berbagai lembaga usaha. Ini pendekatannya baik saya lihat, bentuknya tawaran dan humanis. Ini suatu keadaan yang memang secara global tidak hanya di Banten," terangnya, Kamis (12/1/2023).

Namun, Al Muktabar berharap para pekerja yang dirumahkan itu dapat kembali bekerja di perusahaan lainnya sehingga perekonomian di Banten tidak terdampak PHK masal tersebut. (tim redaksi)


#phk
#pabriksepatu
#ptnikomasgemilang
#ptparklandworldindonesia
#gubernurbanten
#almuktabar
#disnakerbanten
#dprdbanten

Tidak ada komentar