Breaking News

Tambang Ilegal di Kaltim Kembali Terbongkar, Polisi Segel dan Jerat 2 Tersangka

Tambang ilegal. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Polda Kalimantan Timur (Kaltim) kembali membongkar praktik tambang ilegal yang berada di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti, salah satunya adalah kapal tongkang.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono mengungkapkan, pihaknya berhasil menyiduk 14 orang yang beroperasi dalam aktivitas gelap tersebut. "Kemudian setelah kami melakukan pemeriksaan dan gelar perkara, akhirnya kami tetapkan dua tersangka berinisial AP dan ES,” terangnya, saat konferensi pers di Mapolda Kaltim, dikutip Rabu (7/12/2022).

Indra menyebut, kedua tersangka ini memiliki peran masing-masing. Posisi AP sebagai pengawas atau koordinator lapangan dan ES sebagai pemodal yang membiayai semua kegiatan ilegal tersebut.

"Dua tersangka ini sudah menjalani penahanan di Polda Kaltim dan akan kami proses lebih lanjut. Perkembangannya akan kami sampaikan bila ada penambahan tersangka ataupun lainnya,” janjinya.

Selain tongkang, polisi juga menyita beberapa barang bukti berupa tiga unit alat berat jenis eksavator, satu unit loader, enam unit dam truck, serta 6.000 tumpukan batu bara. "Ada kurang lebih 5.000 metrik ton di stockroom, 1.000 metrik ton di pit, dan 1.000 metrik ton lainnya sudah di dalam tongkang,” bebernya.

Dari keterangan para tersangka, mereka baru dua minggu beroperasi dan belum ada batu bara yang terjual. Untuk kapal tongkang sendiri, Indra menyebut, kapal itu berasal dari luar pulau Kalimantan.

Hingga kini, sedikitnya 14 saksi diperiksa, termasuk dua orang tersangka tersebut. Namun untuk pemilik lahan hingga pemilik tongkang belum menjalani pemeriksaan.

"Kalau untuk pemilik tongkang belum, tapi nakhodanya sudah diperiksa karena kami temukan di lapangan, yang jelas memang mereka ada kerja sama. Kalau pemilik lahan juga belum, ini semua masih proses pendalaman,” tuturnya.

Menanggapi soal adanya kerugian negara, Indra menyampaikan, dari batu bara yang pihaknya amankan akan dilakukan pelelangan dan hasilnya akan dimasukkan ke dalam kas negara. Mengingat seharusnya, industri pertambangan masuk dalam penerimaan negara bukan pajak. 

Itu pun jika semua izin pertambangannya telah didaftarkan. "Sedangkan ini tak melakukan kaidah pertambangan yang benar. Hasilnya ini akan kami masukkan ke kas negara melalui lelang,” tegasnya. (tim redaksi)

#tambangilegal
#kaltim
#kalimantantimur
#tambangilegaldisegel
#kukarkaltim
#tambangbatubara
#kasnegara

Tidak ada komentar