Breaking News

Selain Ismail Bolong, Bareskrim Tetapkan Dua Tersangka Kasus Tambang Ilegal

Ismail Bolong berbaju oranye (ist) 

WELFARE id-Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menetapkan Ismail Bolong, sebagai tersangka kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim). Selain ismail, polisi juga nenetapkan dua tersangka lain yakni BP, dan RP. 

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah mengungkapkan, ketiganya dijerat Pasal 158 dan 161 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Selain itu, ketiganya juga terancam pidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar. 

"Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 Milar serta pasal 55 Ayat 1 KUHPidana," jelas Nurul dalam keterangan videonya, Kamis (8/12/2022). 

Diketahui, tiga tersangka BP, RP, dan Ismail Bolong memiliki peran yang berbeda. Pertama, BP berperan sebagai penambang batu bara tanpa izin atau ilegal di wilayah PKP2B PT SB yang berlokasi di Kutai Kertanegara, Kaltim. "RP sebagai kuasa direktur PT EMP berperan mengatur operasional batu bara dari mulai kegiatan penambangan, pengangkutan dan penguatan dalam rangka dijual dengan atas nama PT EMP," katanya. 

Kemudian, Ismail Bolong berperan sebagai yang mengatur rangkaian kegiatan penambangan ilegal pada lingkungan PKP2B perusahaan lain dan menjabat sebagai komisaris PT EMP yang tidak memiliki izin usaha penambangan untuk melakukan kegiatan penambangan. 

Nurul mengatakan, kasus itu berdasarkan laporan polisi nomor LP/A/0099/II/2022/SPKT Dirtipidter Bareskrim Polri tangal 23 Februari 2022 terkait dengan dugaan penambangan ilegal. 

Nurul kemudian menjelaskan, kasus tambang ilegal itu berlangsung sejak November 2021. Menurutnya, tempat kejadian perkara (TKP) ada di Terminal Khusus PT MTE yang terletak di Kaltim. 

Kemudian, lokasi penambangan dan penyimpanan batu bara hasil penambangan ilegal yang juga termasuk dalam Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT SB. "Rencana tindak lanjut sampai dengan saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara untuk kepentingan penuntutan dan peradilan," pungkasnya. (tim redaksi) 

#tambangilegal
#tambangilegalkaltim
#ismailbolong
#ismailbolongtersangka
#ismailbolongditahan
#mafiatambang
#pkp2b

Tidak ada komentar