Breaking News

Parkir Liar GI Sebulan Diprediksi Raup Rp1,5 Miliar, Heru: Segera Kita Tertibkan!

Parkir liar di Jakarta. Foto: Ilustrasi/ Antara

WELFARE.id-Persoalan parkir liar di Jakarta bukan masalah baru. Parkir liar menjadi pemandangan sehari-hari di hampir setiap sudut ibu kota Jakarta.

Masalah parkir liar baru kembali mengemuka ketika Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) menyoroti kembali fenomena parkir liar di Jakarta, yang diduga menghasilkan miliaran rupiah per tahun. Menanggapi laporan tersebut, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman memastikan pihaknya akan menertibkan parkir liar di Jakarta.

"Kita dalam hal penertiban akan selalu melaksanakan untuk menjaga keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas)," kata Kombes Latif kepada wartawan, dikutip Kamis (8/12/2022). Dalam penertiban ini, kata Latif, Ditlantas Polda Metro akan berkoordinasi dengan pihak terkait, salah satunya dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Dan selalu akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," tuturnya. Sebelumnya, Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor sebelumnya menyoroti praktik parkir liar di Jakarta. 

Ia memperkirakan, parkir liar di Jakarta dapat meraup untung hingga ratusan miliar rupiah setiap tahunnya. Tigor mencontohkan, biaya parkir liar di sekitar Grand Indonesia, Jakarta Pusat misalnya, mencapai Rp10 ribu per sepeda motor. 

Apabila setiap hari ada 5.000 sepeda motor, juru parkir (jukir) dapat meraup untung hingga Rp50 juta per hari, Rp1,5 miliar sebulan dan Rp18 miliar dalam kurun waktu setahun. "Kalau kita lihat, semua kawasan parkir liar di sekitar Grand Indonesia itu banyak sekali dan diisi ribuan sepeda motor. Bisa dibayangkan betapa besarnya pendapatan parkir liar di kawasan sekitar Grand Indonesia," kata Azas dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (8/12/2022).

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Jakarta Heru Budi Hartono merespons soal parkir liar yang diduga meraup untung ratusan miliar rupiah setahun. Heru menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) menertibkan parkir liar.

"Soal parkir liar, saya sudah tugaskan Dishub melakukan penertiban," kata Heru Budi setelah meninjau Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur, dikutip Kamis (8/12/2022). Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bakal merelokasi tempat parkir liar di kawasan Grand Indonesia (GI) ke sejumlah titik. 

Dishub DKI Jakarta kini sedang menggodok tarif parkirnya. "Kita usahakan supaya lokasi ini bisa resmi, mengikuti ketentuan yang ada berikut dengan tarif-tarifnya," kata Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Pelayanan dan Penertiban UP Perparkiran Dishud DKI Jakarta Henu Aji kepada wartawan, dikutip Kamis (8/12/2022).

Ia juga menambahkan, setidaknya ada empat titik tempat parkir yang disiapkan Dishub DKI Jakarta. Namun, ia belum bisa memastikan apakah keempat titik tersebut dikhususkan untuk karyawan atau bisa dipakai untuk masyarakat umum.

"Di sini ada 4 lokasi parkir. Intinya kita akan dorong kendaraan-kendaraan yang di luar atau di badan jalan supaya masuk dan maksimal kalau di sini," imbuhnya.

Menurut informasi yang ia dapatkan, kapasitas masih bisa nampung 700 (motor). Tapi memang ini khusus karyawan PI atau yang umum belum bisa diakomodir. 

"Nanti kita akan koordinasikan pihak Plaza Indonesia dan stakeholder setempat," jelasnya. Terkait tarif parkir, pihaknya bakal menyesuaikan dengan aturan pemerintah. 

Selain itu, pihaknya akan menerapkan tarif parkir yang tak membebani karyawan. "Kalau ngikutin aturan pemerintah harus ngikutin tarif sesuai aturan. Kemungkinan (Rp2.000 per jam), ada banyak opsi. Melihat kemampuan yang parkir juga. Apakah yang Rp10 ribu atau memang banyaknya permintaan bisa direndahkan," papar Henu.

Sebelumnya, Unit Pengelola (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menegaskan hingga saat ini tidak ada penerimaan dari hasil pungutan parkir liar di sejumlah titik Ibu Kota Jakarta. "Tidak ada kerja sama. 

Karena kalau ketahuan, itu sudah pasti kami kenakan sanksi. Terlebih jika disebut ada penerimaan dari parkir liar. Itu tidak ada, kalau misalnya ada oknum, pasti kami berikan sanksi," tegas Kepala Unit Pengelola (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Aji Kusambarto.

Ia menyebut, bahwa selama ini pihaknya telah memiliki sejumlah parkir resmi di beberapa titik lokasi sesuai dengan regulasi dari Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 188 tahun 2016 tentang Tempat Parkir Umum yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. "Terkait parkir liar memang kami tidak pungut, karena kami memiliki parkir-parkir resmi yang kami kelola," imbuhnya.

Adapun untuk penindakan dari parkir liar itu, ia menyebutkan bahwa Dinas Perhubungan mengandalkan Tim Pengendalian Operasional (Dalops) Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan pihak terkait lainnya termasuk Kepolisian, untuk melakukan penataan dan penertiban parkir di wilayah DKI ini. 

"Jadi, UP parkir, kami mendorong untuk melakukan penataan dan penyelenggaraan parkir. Yang jelas, pasti ada penertiban terhadap penyelenggara juru parkir liar," tegasnya. (tim redaksi)

#parkirliardijakarta
#penertibanparkirliar
#dinasperhubungan
#penjabatgubernurdkijakarta
#herubudihartono
#juruparkirliar
#parkirliarmahal

Tidak ada komentar