Breaking News

Mengenal Setapak Lestari, Komunitas Gotong Royong Selaras dengan Alam

Acara Setapak Lestari di Jakarta (ist) 

WELFARE.id-Sejak dulu masyarakat Indonesia terkenal dengan sifat gotong royong dan tepa selira. Ini pula yang menjadi nafas yang menggerakkan ketangguhan masyarakat melawan pandemi COVID-19. 

Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) yang merupakan bagian dari Koalisi Akses Vaksin untuk Masyarakat Adat dan Kelompok Rentan, bersama jejaring mitra berkomitmen meningkatkan ketercapaian vaksinasi COVID-19 agar mampu bertahan dan pulih bersama. Sampai Desember 2022, LTKL telah mendistribusikan 9,044 dosis vaksin di tujuh kabupaten anggota. 

Menurut Jarot Winarno, Bupati Kabupaten Sintang sekaligus Ketua Umum LTKL, pencapaian ini tidak akan terwujud tanpa gotong royong multi pihak. Capaian vaksinasi di Kabupaten Sintang adalah yang tertinggi di antara wilayah program vaksinasi LTKL lainnya. 

“Tantangan vaksinasi di Kabupaten Sintang adalah wilayah geografis yang luas namun dengan akses yang masih terbatas terutama pada wilayah yang sulit dijangkau. Minimnya akses internet juga menyulitkan dalam proses input data vaksinasi, sehingga dibutuhkan lebih banyak SDM untuk membantu proses tersebut,” ujarnya dikutip Senin (5/12/2022). 

Dalam menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten memaksimalkan pendistribusian vaksin Johnson & Johnson (J&J) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Vaksin J&J yang hanya membutuhkan satu dosis saja dapat memudahkan proses distribusi vaksin ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. 

Suksesnya pendistribusian 3 ribu dosis vaksin J&J pada awal tahun 2022, diikuti dengan program vaksinasi lanjutan dengan sasaran vaksinasi yaitu masyarakat adat, petani, lansia dan anak-anak. 

Koordinator Koalisi Akses Vaksin untuk Masyarakat Adat dan Kelompok Rentan, Hamid Abidin menjelaskan, praktik yang selama ini dilakukan LTKL merupakan praktik baik (best practice) yang bisa menjadi acuan jika terjadi kondisi serupa. 

Sebab, Indonesia sangat beragam dan memiliki tantangan berbeda-beda di tiap daerah. Penanganan pandemi tak bisa dibuat dengan standar Jakarta. “Untuk itu, masyarakat adat, dan kelompok rentan perlu didengarkan suaranya dalam perumusan kebijakan, agar kebijakan tetap memperhitungkan kondisi mereka,” katanya. 

Upaya untuk membantu masyarakat adat dan kelompok rentan dalam memenuhi hak kesehatan mereka tidak berhenti pada pemberian vaksinasi saja. Dengan adanya program ini, masyarakat menjadi lebih terbuka terhadap informasi seputar kesehatan. 

Sehingga tidak hanya muncul kesadaran tentang pentingnya vaksinasi, tetapi juga kebiasaan untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS disosialisasikan sejak dini melalui inisiasi Sekolah Sehat Tangguh Bencana (SSTB) di Kabupaten Sanggau. 

Salah satu penggerak sekolah sehat, Titis Kartikawati, terus mengawal implementasi program ini, salah satunya di sekolah yang ia pimpin sendiri, SDN 22 Penyeladi, Sanggau. 

“SDN 22 Penyeladi telah mengimplementasikan seluruh hasil pelatihan SSTB, di antaranya program bekal makanan sehat, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan mengeluarkan surat edaran ke pedagang di sekitar sekolah, serta kolaborasi bersama orang tua murid dan warga sekitar untuk membuat kebun tanaman pangan,” tukasnya. 

Di sisi lain, Kabupaten Sigi yang saat ini sedang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Festival Lestari turut menggencarkan capaian vaksinasi Covid-19 dalam rangka memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat sudah dalam kondisi yang sehat dan siap untuk membuka gerbang interaksi dan kolaborasi multipihak, guna meningkatkan daya saing daerah. 

Rangkaian kegiatan Setapak Lestari menjadi perjalanan menuju Festival Lestari ke-lima yang akan diadakan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada 23-25 Juni 2023. 

Sebanyak 25 komunitas dan organisasi turut serta bergotong royong dalam kegiatan Setapak Lestari yang diadakan di Kaum Restaurant, Jakarta. Sesi pagi diawali dengan kegiatan Sunrise Flow: Yoga untuk Adopsi Pohon kolaborasi Sehela dan Hutan Itu Indonesia. 

Dilanjutkan dengan sesi paralel Demo Masak: Menu Bekal Sehat oleh Parti Gastronomi yang terinspirasi dari program Sekolah Tangguh Tanggap Bencana (SSTB) di Kabupaten Sanggau hasil kolaborasi Yayasan Tunas Nusa dan Komunitas Guru Belajar Nusantara Kalbar; dan Kid’s Corner bersama Peri Bumi dan Parenting is Easy yang diisi pembacaan dongeng oleh Kak Aio dari Ayo Dongeng Indonesia. 

Melengkapi serangkaian kegiatan, Setapak Lestari diselenggarakan bersamaan dengan UMKM Fair Gerai Kabupaten Lestari, Pasar Baik, serta Pameran Ekonomi Lestari yang memperlihatkan proses hilirisasi produk lokal lestari. 

Pada kesempatan ini juga diluncurkan varian baru dari Miring (Minuman Ringan) Indonesia yakni Kejora, minuman ringan yang dicampur dengan olahan daun kelor dari Kabupaten Sigi. Di sudut ruang yang lainnya, pengunjung dapat merasakan pengalaman mencari titik tenang melalui rasa, visual, dan suara yang disajikan oleh Sanustra (Sadar Nusantara). 

Setapak Lestari juga diisi dengan Dialog Senja Vol. 003 edisi Semua Sehat, Semua Terlibat yang turut menghadirkan Pandemic Talks, media yang aktif membahas isu one health dan krisis iklim dari spektrum sains-sosial. Dialog Senja diiringi Alunan Ria Sehat Lestari bersama Ardhito Pramono berkolaborasi dengan Batavia Chamber Orchestra feat. Ibeth & Bakhes serta penampilan spesial Nona Ria. 

Nona Ria membawakan lagu Sayur Labu yang menginspirasi kita untuk lebih sadar dengan pangan yang kita konsumsi. Kegiatan Setapak Lestari ditutup dengan menu baik Makan Malam “Gotong Royong Selaras dengan Alam” yang dinarasikan oleh Lazy Susan dan LTKL. 

Sebagai informasi, Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) adalah asosiasi pemerintah kabupaten untuk mewujudkan pembangunan yang menjaga lingkungan dan menyejahterakan masyarakat sesuai agenda nasional melalui gotong royong multipihak.
LTKL merupakan kaukus pembangunan lestari dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia (APKASI) yang berdiri sejak bulan Juli 2017. 

Saat ini, LTKL beranggotakan 9 kabupaten dari 6 provinsi di Indonesia. Mereka adalah Kabupaten Aceh Tamiang (Provinsi Aceh), Kabupaten Musi Banyuasin (Sumatera Selatan), Kabupaten Siak (Riau), Kabupaten Sigi (Sulawesi Tengah), Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango (Gorontalo), serta Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu, dan Kabupaten Sanggau (Kalimantan Barat). 

LTKL juga bekerja berdampingan dengan 26 jejaring mitra utama baik di tingkat lokal maupun nasional dan menjadi bagian dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Akses Vaksinasi bagi Masyarakat Adat dan Kelompok Rentan. (tim redaksi) 

#setapaklestari
#ltkl
#apkasi
#sstb
#phbs
#covid19

Tidak ada komentar