Breaking News

Kementerian ESDM Tahu Beking Tambang Ilegal, Bikin Illegal Mining Sulit Diberantas

Tambang ilegal. Foto: Ilustrasi/ Antara

WELFARE.id-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku, pihaknya sudah mengetahui siapa sosok beking di balik tambang ilegal. Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batu Bara (Minerba) Ridwan Djamaluddin mengungkapkan, ia pernah menerima laporan siapa beking tambang ilegal. 

Bahkan, sempat menelepon dan berbicara dengan sosok beking tambang ilegal tersebut. "Kalau saya pengalaman, kalaupun ada yang dilaporkan membekingi, biasanya saya tanya saja siapa bekingnya, mana nomor teleponnya, saya telepon biasanya juga bisa kok," ungkapnya pada program acara Mining Zone CNBC Indonesia, dikutip Selasa (6/12/2022).

Namun, ia mengatakan, untuk beking tambang ilegal di Jawa Tengah yang selama ini marak diperbincangkan publik, khususnya sejak cuitan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pekan lalu, dirinya belum memiliki data pasti terkait sosok beking ilegal di daerah itu. "Untuk beking di Jawa Tengah kami belum punya data spesifik, tapi saya juga tidak ingin naif mengatakan tidak ada, realitanya ada," ujarnya.

Selain itu, ia menampik informasi yang tengah panas dibahas bahwa saking kuatnya bekingan tambang ilegal diibaratkan dengan 'langit ketujuh'. "Saya tidak bermaksud menuduh, tapi kita tidak bisa mengatakan itu tidak ada sama sekali. Pengalaman di lapangan ada indikasi seperti itu, tapi 'langit ketujuh' itu nggak ada lah ya, 'langit kesatu' maksimum," katanya setengah bercanda.

Oleh karena itu, ia pun menegaskan bahwa pemerintah menolak segala bentuk penambangan ilegal di Indonesia. Pihaknya tentu tidak akan melakukan pembiaran terhadap penambangan ilegal.

"Pertama, pembiaran tidak pernah terjadi, kita tidak melakukan pembiaran. Yang kita lakukan adalah pembinaan dan pengawasan," sebutnya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat ribuan pertambangan tersebar di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, dirinya menyebutkan bahwa mengurus seluruh pertambangan di Indonesia menjadi hal yang tidak mudah.

"Memang tidak mudah kalau kita mau lihat semua kegiatan pertambangan ada ratusan, ribuan sebetulnya. Tapi khusus untuk pertambangan ilegal ini kami cukup proaktif bekerja sama dengan daerah. Aparat penegak hukum juga demikian," tuturnya.

Sebelumnya, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menyebut, tambang ilegal mempunyai beking atau dukungan yang sangat dahsyat dan disebut sebagai "Langit Tujuh". 

Fahmy menjelaskan bahwa selama ia berpengalaman menjadi tim Anti Mafia Migas yang diketuai oleh Faisal Basri itu, bekingan tambang ilegal dengan kekuatan dahsyat ini berasal dari elit partai hingga elit Organisasi Masyarakat (Ormas).

Selain itu, Fahmy menyebut "Langit Tujuh" berdasarkan pernyataan Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat itu yakni Dahlan Iskan. Fahmy menyebutkan beking tambang ilegal terdapat oknum dari anggota pemerintahan yaitu DPR dan DPRD.

"Dari hasil kajian kami di Tim Anti Mafia Migas, ini saya kira polanya sama. Jadi ring satu itu meliputi tadi, misal elit partai, elit ormas. Kemudian juga oknum-oknum anggota DPR atau DPRD yang membuat aturan Undang-Undang yang mungkin bahwa illegal mining itu sulit ditindak," terang Fahmy.

Selain itu, Fahmy menyebutkan kekuatan "Langit Tujuh" inilah yang membuat penambangan ilegal sulit untuk diberantas. Mengingat pembuat aturan perundang-undangan yaitu DPR dan DPRD turut menjadi oknum dari penambangan ilegal ini.

"Kekuatan langit tujuh ini kan sangat dahsyat, jadi itu yang menyebabkan illegal mining tumbuh subur dengan cukup besar dan tidak tersentuh sama sekali," tuntasnya.

Di sisi lain, Bareskrim Polri telah selesai melaksanakan gelar perkara kasus dugaan suap tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim). Polri akan mengumumkan tersangka setelah semua proses rampung.

"Gelar perkara sudah kita lakukan," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto, dikutip Selasa (6/12/2022). Pipit belum memerinci hasil dari gelar perkara yang sudah dilakukan, termasuk soal potensi Ismail Bolong jadi tersangka. 

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mendalami perkara. Segera, lanjutnya, akan dilakukan konferensi pers terkait kasus yang ada.

"Untuk kepentingan investigasi lebih lanjut, saya minta rekan-rekan wartawan agar bersabar. Nanti detailnya pasti akan kami infokan ke publik. (Potensi Ismail Bolong tersangka) saya minta waktu tuntaskan, baru kita rilis," ujarnya.

Pipit sebelumnya mengatakan kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur sudah naik ke tahap penyidikan. Polisi masih mendalami kasus ini. (tim redaksi)

#tambangilegal
#bekingtambangilegal
#kasustambangilegal
#kementerianesdm
#illegalmining
#tambangilegalmarak

Tidak ada komentar