Breaking News

Eks KSAU Berkali-kali Mangkir dalam Sidang Kasus Dugaan Korupsi Pembelian Heli, KPK Kembali Panggil Hari Ini

Helikopter. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Agus Supriatna kembali dipanggil untuk bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi pembelian Helikopter Agusta Westland (AW)-101. Ini merupakan panggilan kesekian kalinya yang dilayangkan tim jaksa KPK lantaran Agus bersikap tidak kooperatif.

Agus sedianya duduk sebagai saksi untuk terdakwa Bos PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh alias John Irfan Kenway pada persidangan lanjutan. Tim jaksa mengaku telah menanyakan ihwal keberadaan Agus kepada TNI-AU. 

Hanya saja, ungkap jaksa, tidak ada informasi mengenai keberadaan Agus Supriatna. Jaksa juga mengaku telah memgirimkan surat ke dua alamat di Jalan Trikora Jakarta Timur dan Bogor, namun tidak ada di tempat.

Berdasarkan fakta sidang sebelumnya, Agus disebut menerima uang Rp17,73 miliar sebagai dana Komando, dari Irfan Kurnia Saleh. Adapun, dalam perkara ini, Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Direktur PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh alias John Irfan Kenneway melakukan tindak pidana korupsi.

"Pemanggilan saksi untuk hari ini kami serahkan ke kantor pengacaranya. Namun pihak pengacara juga menolak menerima surat tersebut," ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, dikutip Senin (5/12/2022).

Ia menyayangkan sikap tak kooperatif dari Agus. "Karena sebagai penegak hukum semestinya turut memperlancar proses pemeriksaan persidangan," sambungnya.

Ali menjelaskan, alasan pihaknya memanggil Agus lewat tim pengacara. Ali mengatakan tim jaksa KPK telah melayangkan surat panggilan ke kediaman Agus dan meminta bantuan dari pihak TNI. Namun, Agus mengabaikan surat tersebut.

"Sebelumnya, kami juga melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan melalui dua alamat rumahnya dan bantuan pihak TNI. Namun, saksi ini tetap tidak taat hukum dan mangkir dari panggilan pengadilan," terang Ali.

Kasus dugaan korupsi pembelian Helikopter AW-101 disebut telah merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp738,9 miliar. Jumlah itu berdasarkan Laporan Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara atas Pengadaan Helikopter AngkutAW-101di TNI Angkatan Udara (AU) Tahun 2016 yang dilakukan oleh ahli dari Unit Forensik Akuntansi Direktorat Deteksi dan Analisis Korupsi KPK Nomor: LHA-AF-05/DNA/08/2022 Tanggal 31 Agustus 2022.

Duduk sebagai terdakwa ialah Irfan Kurnia Saleh selaku Direktur PT Diratama Jaya Mandiri sekaligus Pengendali PT Karsa Cipta Gemilang. Irfan didakwa melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam surat dakwaan Irfan disebutkan ada dana komando (DK/Dako) yang ditujukan untuk KSAU periode 2015-2017 Agus Supriatna senilai Rp17,733 miliar. Namun, Agus telah membantah hal tersebut. Agus menilai tim jaksa KPK asal bicara menyebut dirinya menerima uang dari pembelian helikopter tersebut. (tim redaksi)

#kasusdugaankorupsihelikopter
#mantanksauagussupriatna
#didugamenerimauang
#danakomando
#menolakdipanggilsebagaisaksi
#timjaksakpk

Tidak ada komentar