Breaking News

Ditopang Sejumlah Faktor Pendukung, Harga Batu Bara Melesat di Awal Pekan

Batu bara. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Harga batu bara langsung terbang pada awal pekan. Harga batu bara bahkan makin mendekati level psikologis USD400 per ton. 

Salah satu penopang kenaikan harga batu bara adalah permintaan di tengah musim dingin. Suhu di Eropa diperkirakan akan menurun drastis pada Desember 2022. 

Kondisi ini akan meningkatkan penggunaan listrik sehingga produksi listrik naik. Kapasitas listrik dari seluruh pembangkit juga akan dinaikkan, termasuk dari gas dan batu bara.

Produksi listrik dari pembangkit batu bara di Jerman dilaporkan meningkat menjadi 14,5 Giga Watt (GW) pada 29 November, rekor tertingginya sejak 9 Desember 2020. Sementara itu, harapan pelonggaran mobilitas di Tiongkok juga akan menguntungkan harga batu bara. 

Tiongkok adalah importir terbesar batu bara sehingga peningkatan aktivitas ekonomi mereka akan berdampak besar kepada batu bara. Pada perdagangan Senin (5/12/2022), harga batu bara kontrak Januari di pasar ICE Newcastle tercatat USD392,25 per ton. 

Harganya menguat 1,88%. Harga tersebut adalah yang tertinggi sejak 20 Oktober 2022. 

Kenaikan kemarin memperpanjang tren positif batu bara yang harganya sudah menguat sejak Jumat pekan lalu. Dalam dua hari tersebut, harga batu bara melesat 4,3%.

Dalam sepekan, harga batu bara melambung 6,5% secara point to point. Harga batu bara juga melesat 12,4% sebulan dan melonjak 171,3% setahun. 

Penguatan batu bara ditopang oleh periode restock yang akan dilakukan sejumlah importir serta meningkatnya permintaan dari industri baja dunia. Kenaikan permintaan menjelang musim dingin juga mendorong penguatan harga batu bara.

Dilansir dari Argus Media, Rabu (7/12/2022), harga batu bara kokas di Asia Pasifik diperkirakan menguat dalam beberapa minggu ke depan setelah sempat jatuh pada November 2022. "Harga batu bara Australia diproyeksi masih stabil ditopang oleh cuaca Australia yang membaik dan kenaikan permintaan," tutur trader, dikutip dari Argus Media. (tim redaksi)

#hargabatubarameleset
#imbasmusimdingineropa
#kenaikanhargabatubara
#peningkatanaktivitasekonomi
#importir

Tidak ada komentar