Breaking News

Dampak Inflasi, Singapura dan New York Jadi Kota Termahal di Dunia

Salah satu Ikon Singapura. Foto: net

WELFARE.id-Survei tahunan Economist Intelligence Unit (EIU) menyebut kalau dua negara dan kota  yakni Singapura dan New York, Amerika Serikat (AS) menjadi kota termahal di dunia setelah inflasi melonjak pada 2022 ini.

Mengutip BBC, Jumat (2/12/2022), ini adalah pertama kalinya New York menduduki peringkat teratas dan menjadi kota termahal di dunia. Nomor satu tahun lalu, Tel Aviv, kini menempati posisi ketiga.

Dengan kata lain, Tel Aviv tergeser dari posisi puncak dalam indeks Economist Intelligence Unit (EIU). Survei ini menyebut lonjakan biaya hidup di kota-kota dunia karena Perang Rusia Ukraina. 

Secara keseluruhan, biaya hidup rata-rata di kota-kota terbesar dunia naik 8,1 persen tahun ini, menurut laporan survei EIU.

Berlanjutnya pembatasan COVID-19 yang mengganggu rantai pasokan, terutama untuk energi dan makanan juga diidentifikasi sebagai faktor di balik peningkatan tersebut.

Inflasi sangat tinggi di Istanbul yang terjadi hingga 86 persen dan Buenos Aires sebesar 64 persen dan Teheran  yang mencapai 57 persen.

Inflasi yang tinggi di AS adalah salah satu alasan New York menduduki puncak daftar. Los Angeles dan San Francisco juga masuk 10 besar karena awal tahun ini, inflasi AS adalah yang tertinggi dalam lebih dari 40 tahun.

Penguatan dolar juga menjadi faktor keunggulan kota-kota AS. Jika New York mencapai posisi teratas untuk pertama kalinya, Damaskus dan Tripoli masih menjadi kota termurah.

Kenaikan peringkat terbesar dialami Moskow dan St Petersburg, masing-masing melonjak ke posisi 88 dan 70. Hal itu disebutkan terjadi karena sanksi yang dijatuhkan negara Barat kepada mereka.

Perang Ukraina juga menyebabkan kejutan harga terburuk dalam 50 tahun ini. Moskow dan St Petersburg yang kini naik peringkat dari posisi 88 dan 70, masing-masing menjadi 37 dan 73, sebagian sebagai akibat dari sanksi Barat menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

Survei tersebut membandingkan biaya dalam dolar AS untuk barang dan jasa di 173 kota. Kyiv, ibu kota Ukraina tidak termasuk dalam ulasan tahun ini.

EIU membandingkan lebih dari 400 harga individu di lebih dari 200 produk dan layanan dari 172 kota di seluruh dunia.

Upasana Dutt, yang bertanggung jawab memimpin penelitian, mengatakan perang di Ukraina, sanksi Barat terhadap Rusia dan kebijakan nol-COVID di Tiongkok telah menyebabkan masalah rantai pasokan.

”Itu, dikombinasikan dengan kenaikan suku bunga dan pergeseran nilai tukar, telah mengakibatkan krisis biaya hidup di seluruh dunia," ujar Dutt.

Dia juga mengatakan kenaikan harga rata-rata di 172 kota dalam survei EIU adalah yang tertinggi dalam 20 tahun terakhir dengan data digital yang lengkap. Berikut urutan 10 kota dan negara dengan biaya hidup tertinggi di dunia:
 
1. New York
1. Singapura
3. Tel Aviv
4. Hongkong
4.  Los Angeles
6. Z├╝rich
7. Jenewa
8. San Fransisco
9. Paris
10. Sydney
10. Kopenhagen. (tim redaksi)


 
#kotatermahal
#economistintelligenceunit
#eiu
#singapura
#newyork
#inflasi

Tidak ada komentar