Breaking News

Balita Tewas Dibanting Kekasih Ibunya di Kalibata

Ilustrasi (net)

WELFARE.id-Seorang balita perempuan GMM, yang baru berusia 2 tahun tewas setelah dibanting oleh kekasih ibunya, berinisial Y. 

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu kamar apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2022) sore. "Betul, pelaku, Y teman lelaki ibu korban," ujar Kepala Polisi Sektor Pancoran, Kompol Panji Ali Candra dikutip Selasa (6/12/2022). 

Panji menjelaskan, perbuatan yang dilakukan oleh pelaku itu terjadi saat ibu korban sedang bekerja. Ibu korban saat itu menitipkan putrinya kepada Y. Namun saat dititipkan, Y merasa kesal karena balita tersebut buang air besar di kasur. 

Sebelum kabur, Y sempat mengantar GMM ke rumah sakit. Namun, anak malang tersebut meninggal dunia sesampainya di rumah sakit. "Iya, dia sempat membawa balita ini ke rumah sakit. Kemudian setelahnya dinyatakan korban meninggal dunia," ujar Panji 

Panji mengatakan, pelaku sempat menghubungi kekasihnya setelah membanting korban hingga tidak sadarkan diri. Namun setelah mengantar korban ke rumah sakit, pelaku pergi begitu saja. Polisi lalu mendapat laporan dari ibu korban. "Ibu korban melaporkan bahwa anaknya telah meninggal. Kondisi anak pada saat itu sudah berada di rumah sakit di sekitar Pancoran," tandasnya. 

Polisi yang mendapati laporan itu langsung ke rumah sakit. Penyidik kemudian meminta keterangan dari ibu korban dan melihat hasil visum yang menyatakan adanya luka benturan di bagian kepala. "Di tubuh korban yang ditemukan hasil visum sementara itu adanya benturan di kepala bagian belakang," katanya. 

Saat ini, korban telah dimakamkan di taman pemakaman umum (TPU) di kawasan Tapos, Depok 

Sementara itu, paman korban, Richard mengatakan, hasil otopsi pada jasad keponakannya itu diduga mengalami kekerasan yang menyebabkan meninggal dunia. "Cowoknya G (kekasih ibunda GMM) kesal. Dari hasil otopsi ada unsur pembunuhan bisa sampai menyebabkan kematian karena ponakan saya dibanting ke lantai," katanY. 

Sebelum tewas, GMM diduga sering mengalami kekerasan fisik sebelumnya. Richard mengatakan,  berdasarkan hasil pengecekan terhadap tubuh korban semasa hidupnya di pos pelayanan terpadu (Posyandu). "Itu ketahuannya dari posyandu pas dipegang mau dicek, GMM ngeluh sakit dan petugas posyandu curiga dan pas diperiksa banyak luka. Itu akhir Oktober," jelasnya. 

Ia menyebutkan, luka lebam itu terdapat di beberapa bagian, seperti pinggang, paha hingga jari tangan korban. "Luka-luka lebam ada pinggang, paha dan mulut juga sampai bernanah serta jari telunjuk kuku copot," lanjutnya. 

Kendati demikian, ia tak bisa memastikan luka lebam pada tubuh itu akibat pemukulan benda tumpul atau karena apa. Akan tetapi, ia menduga kekerasan yang dialami korban atas perbuatan ibundanya sendiri. "Indikasi perbuatan itu, saya curiga ke ibunya GGM," ujarnya. 

Polisi pun telah menangkap Y tak berselang lama setelah kejadian dan mendapat laporan dari SS. Di tangkap di Cilodong, saat ini Y telah ditetapkan menjadi tersangka dan telah ditahan atas kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. (tim redaksi) 

#balita
#balitatewasdianiaya
#kalibatacity
#polsekpancoran
#penganiayaanpadabalita

Tidak ada komentar