Breaking News

80 Unit Rumah Tahan Gempa Ditarget Selesai Desember 2022, Sisanya 120 Lagi Januari 2023

Presiden Joko Widodo meninjau langsung pembangunan rumah tahan gempa di lokasi baru bagi korban gempa Cianjur, Jawa Barat. Foto: Istimewa/ Dok.Setpres

WELFARE.id-Sebanyak 80 unit rumah tahan gempa tahap pertama ditarget selesai pada akhir Desember 2022. Sedangkan sisanya sejumlah 120 unit ditargetkan selesai paling lambat minggu ketiga Januari 2023.

Sehingga, diprediksi pada akhir Januari 2023 seluruh rumah sudah bisa ditempati. "Syukur alhamdulillah, selain lahannya juga relatif mudah, datar, kemudian juga jaringan air minum tersedia. Tinggal di-tap sambungan rumah tangga, jaringan listrik juga tersedia, sudah kami koordinasikan untuk ditarik ke lokasi ini sehingga lokasi ini di akhir Januari juga benar-benar sudah lokasi yang siap huni,” jelas Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Iwan Suprijanto, dikutip Selasa (6/12/2022).

Presiden Joko Widodo mengatakan, salah satu lokasi yang jadi tempat relokasi bagi warga terdampak gempa Cianjur dibangun 200 rumah tahan gempa. Pembangunan itu berlangsung di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

"Ya ini adalah lokasi untuk relokasi yang pertama. Di sini segera dibangun kurang lebih 200 rumah. Contohnya sudah ada yang rumah antigempa,” kata Jokowi dalam keterangan kepada wartawan, dikutip Selasa (6/12/2022).

Pemerintah menyiapkan pembangunan 1.600 rumah serupa di lokasi lainnya. Relokasi sendiri diprioritaskan bagi warga yang rumahnya berada di pusat gempa, terutama di Kecamatan Cugenang.

"Lokasi-lokasi (rumah) yang berada di senternya gempa, utamanya di Cugenang, itu akan dipindahkan ke sini dan ke lokasi yang kedua tadi,” tutur Jokowi. Sementara itu, rumah warga yang tidak direlokasi akan diberikan bantuan besarannya menyesuaikan tingkat kerusakan, masing-masing Rp50 juta rumah rusak berat, Rp25 juta rumah rusak sedang, dan Rp10 juta rumah rusak ringan.

Ia menyebut, rumah rusak berat ada yang direlokasi, ada yang dibangun kembali di tempat. "Rusak berat itu, ada direlokasi ada yang tidak. Kalau tempatnya berbahaya, berada di garis patahan, garis sesarnya, itu dipindah. Kalau yang tidak dibangun di tempat yang sama,” papar Jokowi.

Rumah Tahan Gempa dengan teknologi panel struktur RISHA (Ruah Insyan Sederhana Sehat) untuk korban gempa yang direlokasi mulai dibangun di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Cianjur. Bangunan yang tahan terhadap guncangan hingga 7 SR itu ternyata menghabiskan anggaran hingga Rp 150 juta per unit.

Rencananya di lahan seluas 2,5 hektar di Desa Sirnagalih itu akan dibangun 200 unit rumah tahan gempa untuk warga Kecamatan Cugenang yang akan direlokasi. Tampak juga dua rumah tahan gempa tipe 36 kopel dengan luas 75 meter persegi sudah dibangun sebagai percontohan. 

Rumah tersebut terdiri dari dua kamar tidur, ruang keluarga, kamar mandi, hingga dapur.  "Jadi satu unit rumah biayanya Rp 150 juta, itu tidak termasuk dengan properti di dalam. Untuk air kita pakai PDAM sehingga tidak akan tercemar dan jaringan listrik juga sudah disiapkan," jelas Iwan. (tim redaksi)

#rumahtahangempa
#relokasikorbangempa
#targetrelokasi
#pembangunanrumahtahangempa
#presidenjokowidodo
#RISHA
#gempacianjur
#jawabarat

Tidak ada komentar