Breaking News

Waspada Gelombang Empat Meter, BPBD Minta Nelayan tak Melaut

Ilustrasi gelombang tinggi menerjang perahu nelayan tradisional. Foto: net

WELFARE.id-Cuaca buruk dengan gelombang tinggi bakal melanda laut Selat Sunda bagian barat dan selatan Banten. Karena itu, para nelayan di Kabupaten Lebak diminta mewaspadai gelombang setinggi 2,5-4 meter di perairan selatan Banten. 

Lantaran tingginya gelombang laut itu bisa menimbulkan kecelakaan laut bagi nelayan yang mencari ikan. Karenanya, nelayan diminta tidak melaut dulu untuk sementara waktu menunggu cuaca bersahabat.

"Peringatan kewaspadaan gelombang tinggi juga pada masyarakat, pelaku pelayaran, dan wisatawan, dilarang berenang di sekitar pantai bagi wisatawan," terang Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lebak, Agus Reza Faisal, Sabtu (19/11/2022).

Dia juga memaparkan, berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak Jumat (18/11/2022) hingga akhir pekan ini gelombang tinggi terjadi di Selat Sunda bagian barat dan selatan Banten antara 2,5-4 meter. 

Sedangkan gelombang yang lebih tinggi, antara 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Banten. Dengan kondisi demikian, kata dia, nelayan tradisional yang menggunakan perahu kincang berbahaya jika melaut dengan gelombang tinggi empat meter tersebut. 

Agus menyebutkan, suhu udara 23-31 derajat celsius, kelembaban udara 65-95 persen, dan kecepatan angin dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 5-45 km per jam membuat risiko bagi nelayan yang melaut.

"Kami meyakini cuaca buruk di selatan Banten patut diwaspadai. Karena itu, nelayan, pelaku pelayaran dan wisatawan hati-hati jika melaut maupun berenang di sekitar pantai," papar Agus juga.

Sementara itu, sejumlah nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun, Kabupaten Lebak mengaku sejak tiga hari terakhir tidak melaut akibat gelombang tinggi di selatan Banten hingga mencapai empat meter lebih. 

"Kami lebih baik tidak melaut, selain cuaca buruk juga tangkapan tidak ada. Karena gelombang tinggi membuat ikan jarang ada," terang Ahmad Sobari, seorang nelayan di TPI Binuangeun. (pdn/red)


#provinsibanten
#gelombangtinggi
#bpbdkabupatenlebak
#nelayan
#bahayamelaut
#tpibinuangeun
#lautselatanbanten

Tidak ada komentar