Breaking News

Virus Polio Muncul Lagi, Kemenkes Gelar Imunisasi Massal di Aceh

Ilustrasi (net) 

WELFARE.id-Setelah mendapatkan gelar bebas polio di 2014, kasus polio kembali terjadi di Indonesia. Polio tipe 2 ditemukan di Kabupaten Pidie, Aceh, pada 10 November 2022. 

Satu pasien anak berusia tujuh tahun ditemukan terinfeksi virus polio tipe 2 dengan gejala kelumpuhan pada kaki kiri. Pasien awalnya mengalami gejala demam sejak 6 Oktober yang dibarengi dengan kelemahan gerak di anggota tubuhnya. 

Setelah rasa lemah pada kaki kirinya itu dirasa tak berkurang, anak itu kemudian dibawa ke RSUD Teuku Chik Ditiro, Sigli. Ia dirawat hingga 18 Oktober lalu. Karena tak kunjung membaik, dokter anak di RS tersebut mulai curiga atas indikasi polio dan memutuskan untuk mengambil asesmen. 

Hasil sampel tersebut mulai dikirim ke pusat pada 21-22 Oktober 2022. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa anak itu positif tipe 2 polio dan tipe 3 Sabin. "Setelah sampel itu dikirim ke pusat, mulai diperiksa dan tanggal 7 November, keluar hasilnya melalui PCR, dan ternyata tipe 2 polio, dan ada tipe 3 Sabin," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu dalam konferensi pers secara daring pada, dikutip Minggu (20/11/2022). 

"Kemudian dikirim ke Biofarma pada 8 November untuk hasil sekuensing, dan ternyata benar bahwa dia terkena tipe 2," tambahnya. 

Maxi menyebut pasien tidak memiliki riwayat imunisasi polio sebelumnya, pun juga riwayat perjalanan ke luar negeri. Menurutnya, pasien kini sudah mulai bisa berjalan meski harus dibantu oleh fisioterapi untuk memulihkan massa otot yang lumpuh. 

"Kemarin kami cek kondisi anaknya, dan sudah mulai jalan meski masih tertatih-tatih. Memang tidak ada obat, tapi nanti tinggal di-fisioterapi untuk mempertahankan massa otot," ujarnya. 

Maxi mengungkapkan penyebab terjadinya satu kasus virus Polio di Kabupaten Pidie, Aceh, karena terdapat lingkungan yang kotor. Ia mengatakan, virus tersebut menyebar melalui saluran pencernaan dan menyebabkan penularan virus terhadap anak.  

"Virus Polio dapat mengakibatkan kelumpuhan permanen pada anak terutama yang belum mendapatkan imunisasi. Dan penyakit polio ini disebabkan oleh virus Polio, dan penularannya terutama melalui vital oral melalui faecal dan oral," kata Maxi. 

Maxi menjelaskan, salah satu penyebab terjadinya penularan virus Polio bermula dari kondisi air yang tidak bersih. Akhirnya, virus tersebut terkontaminasi bersama saluran pencernaan di dalam tubuh manusia. 

"Jadi, ya sudah pasti pada kebersihan terutama cuci tangan atau tidak cuci tangan. Adapun kontaminasi dengan faecal tidak bersih, terus masuk melalui mulut atau air yang terkontaminasi oleh tinja yang mengandung virus Polio," tandasnya. 

Dia menyebut, satu kasus yang terjadi di Aceh disebabkan air sungai yang tercemar kotoran tinja dan dipakai bermain oleh anak-anak. "Dan memang kebanyakan ya virus Polio karena berkembang di pencernaan saat dia mengeluarkan kotoran faeces kemudian dia tidak masuk septic tank ke lingkungan yang ada di sungai, ada air tempat anak-anak bermain. Di situ menjadi sumber tempat penularan virus yang tadi berkembang di saluran pencernaan," tuturnya. 

Maxi menjelaskan virus Polio mengakibatkan beberapa kelumpuhan di bagian tulang dan sendi manusia. Ia mengatakan virus itu akan menyerang pertama kali di bagian saraf otot yang menyebabkan kelumpuhan.  

"Kemudian virus itu menyerang sistem saraf ya, jadi ditungkai terutama virus otot di situ tidak berkembang. Sehingga kekuatan otot itu berkurang dan lama-lama otot itu mengecil dan menyebabkan kelumpuhan," terangnya. 

Akibat temuan tersebut, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan merespons kejadian luar biasa (KLB) polio dengan imunisasi yang akan dilaksanakan di Provinsi Aceh. "Respon-respon penanggulangan KLB itu kita akan melakukan outbreak respond imunisasi, juga cakupan imunisasi kita tingkatkan," tandasnya. 

Maxi mengatakan, imunisasi akan dilakukan di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, dimulai tanggal 28 November 2022. Diharapkan hingga selesai pada tanggal 5 Desember 2022 di seluruh kabupaten/kota di wilayah Provinsi Aceh. 

Saat ini pemerintah masih berkonsultasi dengan WHO, agar dapat melakukan imunisasi pada anak usia kurang dari 13 tahun. Selain itu, pemerintah juga melakukan surveilans aktif ke Puskesmas untuk melihat apabila ada yang belum terlaporkan pada anak di bawah 15 tahun yang mengalami flaccid atau lumpuh secara mendadak. 

"Kami lagi mempersiapkan vaksin, sudah siap untuk melakukan outbreak responds imunisasi ulang di Pidie mulai tanggal 28 November, jadi bawah 13 tahun sudah suruh beralih ke dukcapil per desa dilakukan satu minggu, dan kemudian seluruh Aceh mulai tanggal 5 Desember dan itu dilakukan dua putaran, baik Pidie maupun seluruh dalam satu bulan," lanjutnya. 

Selain itu dilakukan imunisasi rutin tetap untuk meningkatkan cakupan inactive polio vaccine (IPV). "Target dunia, termasuk Indonesia itu akan melakukan eradikasi tahun 2026, dalam 2-3 tahun. Jadi kalau masih ada satu kasus ditemukan di negara mana pun, menjadi perhatian dunia," tukasnya. (tim redaksi

#polio
#penemuanpoliodiaceh
#pidie
#kemenkes
#imunisasipolio
#ipv

Tidak ada komentar