Breaking News

Viral Video Ismail Bolong Soal Uang Setoran Tambang Rp6 M Seret Nama Kabareskrim, Mahfud MD Buka Suara

Tangkapan layar video viral Ismail Bolong yang mengaku menyetor uang sebesar Rp6 miliar kepada Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Nama Ismail Bolong tiba-tiba terkenal. Orang ramai memperbincangkan namanya, gara-gara video pengakuannya soal menyetor uang sebesar Rp6 miliar kepada Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, viral di media sosial.

Ismail, dalam video yang sudah telanjur beredar itu mengaku, dirinya telah melakukan kegiatan penambangan batu bara ilegal di Kalimantan Timur selama setahun lebih, yakni pada Juli 2020 hingga November 2021. 

"Terkait adanya penambangan batu bara di wilayah Kalimantan Timur, bahwa benar saya bekerja sebagai pengepul batu bara dari konsesi tanpa izin," ucapnya membuka pengakuan lewat video itu, dikutip Senin (7/11/2022).

Masih dalam video yang beredar, ia juga mengaku, kegiatan tersebut tidak dilengkapi surat izin di daerah Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kukar, wilayah hukum Polres Bontang. Menurut penjelasannya, dalam kegiatan pengepulan batu bara ilegal itu, dilakukannya atas inisiatif pribadi, bukan perintah dari pimpinan. 

Diduga saat itu, Ismail masih menjadi anggota kepolisian di wilayah hukum Polda Kaltim. "Oleh karena itu, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan yang saya lakukan," ujarnya.

Lebih lanjut, Ismail menuturkan dari pengepulan dan penjualan batu bara tersebut, dirinya memperoleh keuntungan sekitar Rp5-10 miliar setiap bulannya. 

Meski menyatakan yang dilakukan tanpa sepengetahuan pimpinan, namun Ismail mengaku, telah berkoordinasi terkait kegiatan tersebut dengan seorang perwira petinggi Polri dan telah memberikan "uang setoran" sebanyak tiga kali, dengan total Rp6 miliar.

"Terkait kegiatan yang saya laksanakan, saya sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim, yaitu ke Bapak Komjen Pol Agus Andrianto dengan memberikan uang sebanyak tiga kali," jelasnya dalam video itu. 

Masih menurut penuturannya dalam video tersebut, uang diberikan pada September 2021 sebesar Rp2 miliar, Oktober 2021 sebesar Rp2 miliar, dan bulan November 2021 sebesar Rp2 miliar.

Klarifikasi

Belum selesai publik dihebohkan dengan pengakuan itu, muncul video lain Iagi, yang mengklaim, pengakuan atau testimoni lewat video sebelumnya dibuat karena adanya tekanan dari eks Karopaminal Divisi Propam Polri Brigjen Pol Hendra Kurniawan. 

"Nama saya Ismail Bolong, saya saat ini sudah pensiun dini dari anggota Polri aktif mulai bulan Juli 2022. Perkenankan saya mohon maaf kepada Kabareskrim atas berita viral saat ini yang beredar. Saya klarifikasi bahwa berita itu tidak benar dan saya pastikan berita itu saya tidak pernah komunikasi sama Pak Kabareskrim apalagi memberikan uang. Saya tidak kenal," kata Ismail Bolong, dikutip Senin (7/11/2022).

Ismail Bolong juga mengaku kaget saat mengetahui video testimoni dirinya yang ketika itu dilakukan dalam tekanan baru viral saat ini. Menurutnya video tersebut dibuat pada Februari 2022 lalu.

"Saya kaget viral sekarang. Saya perlu jelaskan bahwa pada bulan Februari itu datang anggota Mabes Polri dari Paminal Mabes Polri memeriksa saya untuk memberikan testimoni kepada Kabareskrim dalam penuh tekanan dari Pak Hendra. 

Brigjen Hendra pada saat itu, komunikasi melalui HP melalui anggota Paminal mengancam akan bawa saya ke Jakarta kalau nggak mau melakukan testimoni," akunya lagi.

Meski sudah menarik testimoninya terkait setoran kepada jenderal polisi, namun sudah memantik kehebohan, hingga Menko Polhukam Mahfud MD pun angkat bicara. Menurut Mahfud, apa yang dilontarkan Ismail Bolong sudah diralat oleh dirinya sendiri yang tercatat sebagai mantan anggota polisi di Polresta Samarinda, Kalimantan Timur.

"Terkait video Ismail Bolong bahwa dirinya pernah menyetor uang miliaran rupiah kepada Kabareskrim, maka setelah diributkan Ismail Bolong meralat dan mengklarifikasi," kata Mahfud Md kepada wartawan, dikutip Senin (7/11/2022).

Mahfud mengatakan, Ismail Bolong mengaku videonya itu dibuat atas tekanan Brigjen Hendra Kurniawan yang kala itu menjabat sebagai Karo Paminal Divpropam Polri. "Sudah dibantah sendiri oleh Ismail Bolong. Katanya sih waktu membuatnya Februari 2022 atas tekanan Hendra Kurniawan. Kemudian Juni dia minta pensiun dini dan dinyatakan pensiun per 1 Juli 2022," ungkapnya.

Namun demikian, lanjut Mahfud, isu mafia tambang bukanlah hal baru. Sudah sejak 2013 lalu, Ketua KPK saat itu, Abraham Samad pernah berujar bahwa jika korupsi di bidang tambang bisa diberantas, maka Indonesia bisa terbebas dari utang.

"Aneh, ya. Tapi isu mafia tambang memang meluas dengan segala backing-backing- nya. Abraham Samad waktu itu bilang, bukan hanya terbebas dari utang. Jika mafia tambang bisa diberantas, maka setiap kepala orang Indonesia bisa mendapat sekitar Rp20 juta tiap bulan," papar Mahfud.

Ia juga mengakui, saat ini laporan mengenai mafia tambang banyak yang masuk ke Kemenko Polhukam. Ia pun memastikan akan berkoordinasi dengan KPK untuk mengusut hal itu.

"Sekarang isu-isu dan laporan tentang ini masih banyak yang masuk juga ke kantor saya. Nanti saya akan kordinasi dengan KPK untuk membuka file tentang modus korupsi dan mafia di pertimbangan, perikanan, kehutanan, pangan, dan lain-lain," janjinya. (tim redaksi)

#isumafiatambang
#videoviral
#ismailbolong
#kaltim
#kpk
#menkopolhukammahfudmd
#kabareskrim
#hendrakurniawan
#isuuangsetorankekabareskrim

Tidak ada komentar