Breaking News

Theresia Gouw, Pengusaha Kelahiran Indonesia yang Jadi Kapitalis Ventura Perempuan Terkaya di AS

Theresia Gouw (forbes) 

WELFARE.id-Nama Theresia Gouw mungkin masih asing ditelinga kita. Namun ternyata, founder Acrew Capital itu memiliki keterkaitan dengan Indonesia. Theresia Gouw telah melalui puluhan tahun dalam kariernya untuk akhirnya menjadi venture capitalist terkaya di Amerika Serikat. 

Kapitalis ventura merupakan istilah yang disematkan kepada seseorang yang berinvestasi pada sebuah perusahaan modal ventura (investasi dalam bentuk pembiayaan berupa penyertaan modal). 

Theresia lahir di Jakarta 50 tahun lalu dan pindah ke AS saat umurnya masih tiga tahun, pada 1970-an. Ayahnya seorang dokter gigi. Sementara itu, ibunya bekerja sebagai perawat. Kepindahan mereka ini membuat ayah ibu Theresia membangun karier dari nol lagi. Seperti apa perjalanan karier Theresia? 

Theresia tercatat sebagai mahasiswa pertama di Brown University yangn berasal dari kota kecil di luar kawasan Buffalo, New York. Ia pernah magang di dua perusahaan kelas dunia, yaitu British Petroleum dan General Motors. Dari situlah muncul ketertarikannya pada manajemen produk. 

Selepas magang, Theresia meneruskan studinya ke jenjang pascasarjana di Standford University. Ia lulus di tahun 1996 dan mendapat gelar MBA. Di sini lah ia memulai perjalanannya di dunia modal ventura. 

Selepas meninggalkan Accel Partners, dia kemudian membangun Aspect Ventures, salah satu perusahaan modal ventura dengan pemimpin perempuan pertama di Sillcion Valley. 

Bersama dengan beberapa temannya, Theresia mengumpulkan USD1 juta dalam pendanaan ventura dan meluncurkan perusahaan bernama Release Software. Perusahaan ini menciptakan perangkat lunak untuk memfasilitasi teknologi pembayaran di industri software. 

Release Software mengalami tiga kali pergantian chief executive officer (CEO) pada 1998-1999. Padahal bisnis perusahaan itu baik-baik saja sepanjang tahun tersebut. Theresia pun memandang dinamika tersebut sebagai sesuatu yang baik bagi bisnis. "Saya pikir ini mungkin bukan pertanda bagus untuk saham saya," ujar Theresia. 

Kemudian salah seorang rekan memperkenalkan Theresia kepada dunia modal ventura. Ia pun menjadi mitra investasi Accel pada 1999. Theresia mencatatkan kesuksesan dalam memimpin sejumlah investasi.  

Melantainya raksasa jejaring sosial Facebook di bursa, berkontribusi terhadap sebagian besar kekayaan Theresia. Dengan uangnya sendiri, Theresia pun akhirnya berhasil mendirikan perusahaan modal ventura bernama Aspect Venture bersama Jennifer Fonstand, rekannya, di tahun 2014. 

Hingga saat ini, perusahaan modal ventura di bidang keamanan siber, software, dan kesehatan digital tersebut telah meraup dana USD350 juta (sektiar Rp5 triliun). Bahkan di awal 2018, perusahaan Theresia meraih pendanaan USD181 juta (setara Rp2,6 triliun). Salah satu investornya adalah Melinda Gates, istri Bill Gates. 

Saat perusahaan cybersecurity ForeScout menjadi perusahaan publik di bulan Oktober 2017, Aspect pun meraih miliaran dolar. Penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) perusahaan keamanan siber itu merupakan yang keempat sepanjang karier Theresia.  

Theresia pun tercatat sebagai salah satu anggota yang mendirikan All Raise. Perusahaan ini mendukung keberhasilan para founder dan investor perempuan di Silicon Valley. 

Belum lama ini, Forbes mengumumkan daftar perempuan terkaya di Amerika Serikat. Dalam daftar kali ini, Theresia menjadi salah satu dari tujuh perempuan yang baru masuk. Ia menempati posisi ke-40, dengan nilai kekayaan USD500 juta (sekitar Rp7,2 triliun). Kekayaan Theresia ini melampaui Kim Kardhasian yang berada di posisi ke-54. (tim redaksi) 

#theresiagouw
#pengusahawanita
#kapitalisventura
#modalventura
#forbes

Tidak ada komentar