Breaking News

Siap-Siap Dipaksa Merger, Bank Bermodal Cekak di Bawah Rp3 Triliun

Bank. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan tiga opsi untuk bank yang tak berhasil memenuhi modal inti Rp3 triliun hingga batas waktu akhir tahun yang ditentukan. 

OJK menegaskan, tidak ada perpanjangan waktu untuk pemenuhan syarat ini. Pihak regulator berharap, pada akhir tahun ini semua bank dapat memenuhi ketentuan modal inti minimum yang telah disyaratkan. 

"Opsi yang tersedia diantaranya, merger paksa, penurunan grade dari bank umum menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR), hingga likuidasi sukarela," ujar Dewan Komisioner Pengawas Perbankan OJK Dian Eliana Rae, dikutip Selasa (8/11/2022).

"Tentu yang terburuk memang meminta likuidasi sukarela oleh bank yang tak mampu mencapai Rp3 triliun kalau tidak memilih opsi yang lain," jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini dirinya masih berkoordinasi dengan para pengawas dan pemilik bank terkait total bank yang belum dapat memenuhi modal inti.

"Memang kami belum bisa menyampaikan angka berapa karena saat ini memang teman-teman di pengawasan maupun saya sendiri banyak melakukan komunikasi insentif dengan pemilik bank untuk memastikan Rp3 triliun itu seluruhnya bisa dipenuhi akhir tahun," paparnya.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan kuartal III 2022 dan berbagai sumber, serta melansir cnbcindonesia, Selasa (8/11/2022),setidaknya ada 23 bank dengan modal inti di bawah Rp3 triliun:

1. Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) dengan modal inti Rp2,969 triliun

2. Bank Victoria International Tbk (BVIC) Rp2,503 triliun

3. Bank Ina Perdana Tbk (BINA) Rp2,328 triliun

4.Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) Rp2,236 triliun

5. Bank Jtrust Tbk (BCIC) Rp2,762 triliun

6. Bank Ganesha Tbk (BGTG) Rp2,158 triliun

7. Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) Rp2,113 triliun

8. Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) Rp2,131 triliun

9. Bank SBI Indonesia Rp2,121 triliun

10.Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) Rp2,009 triliun

11. Bank MNC Internasional Tbk (BABP) Rp2,050 triliun per Juni 2022

12. Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) Rp2,008 triliun

13. Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) dengan modal inti Rp2,087 triliun

14. Bank Index Selindo dengan modal inti Rp2,095 triliun

15. Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) Rp1,839 triliun

16. Bank National Nobu Tbk (NOBU) Rp1,604 triliun per Juni 2022

17. Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) Rp1,347 triliun

18. Bank Prisma Master dengan modal inti Rp258 miliar per Juni 2022

19. Bank Victoria Syariah Rp265,7 miliar

Beberapa bank telah memiliki rencana untuk menambah modal, baik melalui penerbitan saham baru (rights issue) maupun masuknya investor strategis. Namun, sebagian lainnya masih dalam tahap penjajakan untuk memenuhi ketentuan tersebut.

Perlu diketahui juga, dalam kondisi tertentu, bank tidak perlu memenuhi ketentuan modal inti. Setidaknya, ada empat bank yang tak perlu memenuhi ketentuan tersebut. Berikut keempatnya.

1. Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) Rp2,116 triliun

2. Bank BCA Syariah Rp2,844 triliun Per Juni 2022

3. PT Bank Bukopin Syariah Rp1,109 triliun

4. Bank Panin Dubai Syariah Tbk Rp2,201 triliun

Bank Syariah BCA tidak termasuk yang wajib memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun karena menurut OJK, aturan itu dikenakan untuk perusahaan induk, dalam hal ini BCA. Jadi, Bank Syariah BCA tidak perlu lagi. 

Demikian juga dengan tiga bank lainnya. Jadi, hanya 19 bank yang wajib memenuhi memenuhi ketentuan tersebut. Empat bank dari jumlah tersebut merupakan bagian dari kelompok usaha bank (KUB) yang hanya mensyaratkan modal inti cukup minimal Rp1 triliun sebagaimana aturan OJK. (tim redaksi)

#bank
#ojk
#modalintiminimum
#dipaksamerger
#kub
#pemilikbank
#saham
#investor

Tidak ada komentar