Breaking News

Sate Lilit dan Arak Bali, "Comfort Food" yang Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Menu Sate Lilit. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Sebanyak sembilan warisan budaya Bali ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dua di antaranya, adalah arak Bali dan sate lilit.

Penetapan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 414/P/2022 tentang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2022. 

"Saya mengapresiasi terhadap penetapan sembilan warisan budaya Bali menjadi WBTb Indonesia. Saya harap masyarakat Bali agar merawat, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya ini,” kata Gubernur Bali I Wayan Koster, dikutip Sabtu (5/11/2022).

Ia menjelaskan, kemahiran membuat arak Bali yang merupakan pengetahuan tradisional masih perlu dikembangkan. Selain mengandung nilai kehidupan, arak Bali juga berpeluang besar sebagai sumber penghidupan dan kesejahteraan masyarakat Bali. 

"Dengan ditetapkan menjadi WBTb, arak Bali telah mendapat pengakuan dan legitimasi kuat bahwa warisan leluhur ini, harus kita jaga secara bersama-sama dengan kuat dan konsisten," ajaknya.

Arak Bali suvenir KTT G20

Minuman alkohol hasil fermentasi khas Pulau Dewata, yaitu arak Bali, kini semakin terkenal hingga terpilih menjadi salah satu souvenir dalam rangkaian KTT G20 di Bali. Arak Bali terpilih yang masuk dalam KTT G20 adalah milik perajin di Denpasar. 

Meskipun namanya arak yang berkonotasi minuman mengandung alkohol, bukan berarti arak ini digunakan untuk sarana atau ajang mabuk-mabukan. Arak ini berbahan dasar arak jung atau arak rempah. 

Arak ini merupakan kekayaan budaya lokal zaman kuno atau untuk pengobatan, terutama untuk sakit batuk, flu, atau sariawan, dengan manfaat sebagai penghangat tubuh. Jadi leluhur Bali meracik arak, terutama diniatkan untuk sarana kesehatan.

Arak Bali yang disajikan di ajang G20 ini diproduksi langsung dari petani lokal di beberapa kecamatan di Kabupaten Karangasem, yang berbahan lontar, jaka, dan kelapa untuk kemudian diramu dengan rempah-rempah, madu, hingga buah-buahan. Menurut Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 koperasi mengumpulkan arak dari petani, kemudian diproses dengan inovasi agar "naik kelas". 

Arak Bali.

Arak murni dari petani diawetkan dulu agar baunya hilang, lalu campur rempah, buah, dan madu. Hasil campuran itu disimpan enam bulan, setelah itu baru dibawa ke pabrik dan baru dapat dikonsumsi.

Adapun buah yang menjadi campuran dari arak Bali Iwak Arumery, antara lain mangga, jeruk bali, nanas, kopi, ragam jenis beri, bunga telang, hingga kurma. Untuk rempah, Puspa kerap memanfaatkan jahe merah, vanili, kayu manis, dan cengkeh.

Arak campuran produk Bali itu aman dikonsumsi karena sudah mendapatkan sertifikasi dari BPOM. Di galeri arak Bali di Denpasar, seorang perajin menghadirkan berbagai rasa untuk dicoba secara gratis oleh siapapun yang berkunjung. 

Salah satu perajin arak Bali adalah Ida Ayu Puspa Eny (65), yang memulai usahanya sejak 2008. Ia mulai dikenal saat UMKM miliknya yang memproduksi daging hasil proses pengeringan terpilih untuk diinkubasi Bank BRI pada 2020.

Puspa membanderol arak Bali miliknya seharga Rp700 ribu untuk ukuran 750 ml dan Rp500 ribu untuk 500 ml. Ia optimistis, usahanya dapat bersaing dengan minuman premium lainnya.

Filosofi kuliner sate lilit

Sate lilit adalah salah satu makanan khas Bali. Sate lilit awalnya adalah makanan khas Klungkung. 

Namun saat ini sate lilit bisa ditemukan di seluruh wilayah di Bali. Dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (5/11/2022), sate lilit dulunya hanya dihidangkan saat ada upacara keagamaan saja. 

Kini, sate lilit bisa ditemukan di berbagai kesempatan dan di rumah makan atau pedagang pinggir jalan. Dulu, sate lilit hanya terbuat dari daging babi dan ikan laut saja. 

Namun, saat ini juga terbuat dari daging ayam atau sapi sebagai pengganti untuk memenuhi permintaan wisatawan yang tidak bisa mencicipi sate lilit berbahan dasar daging babi. Sate lilit memiliki filosofi yakni menyimbolkan masyarakat Bali yang selalu bersatu. 

Selain itu, sate lilit juga menjadi simbol kejantanan pria. Sebab sate lilit sejak dulu hanya boleh dikerjakan oleh para kaum pria. 

Mulai dari meracik adonan hingga proses membakar juga hanya boleh dilakukan kaum pria. Jika seorang pria tidak bisa membuat sate lilit, maka akan dipertanyakan kejantanannya.

Sate lilit berasal dari kata 'lilit' yang artinya 'dibelit'. Sesuai namanya, hidangan yang satu ini berbeda dengan sate pada umumnya yang ditusuk ke bambu. 

Sate lilit direkatkan ke tusuk bambu berbentuk pipih ataupun sereh. Sate lilit bisa terbuat dari beberapa jenis daging, di antaranya daging babi, sapi, ayam, hingga ikan laut. 

Sate lilit memiliki tampilan yang khas yakni berwarna kuning yang menggugah selera. Warna tersebut berasal kunyit dari bumbu basa genep yang dicampur dengan adonan daging dan kelapa parut.

Sate lilit memiliki cita rasa yang gurih, manis, dan sedikit pedas. Cara menikmati sate lilit tidak perlu memakai bumbu kacang seperti sate pada umumnya. Kamu bisa langsung menikmati sate lilit saja atau bisa ditambah dengan sambal matah dan hidangan lain. (tim redaksi)

#kekayaanbudayatakbenda
#kulinerbali
#kemendikbudristek
#arakbali
#satelilit
#minumanfermentasi
#sambalmatah

Tidak ada komentar