Breaking News

Rusuh di Dogiyai, 1 Orang Tewas, 400 Warga Mengungsi ke Desa Sebelah

Kerusuhan di Papua 

WELFARE.id-Sekitar 400 warga Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, mengungsi ke Kabupaten Nabire kerusuhan yang dipicu kecelakaan lalu lintas hingga menewaskan satu bocah berusia 5 tahun tewas. 

Peristiwa rusuh di Dogiyai itu terjadi pada Sabtu (12/11/2022) hingga Minggu (13/11/2022) dini hari. "Hingga saat ini masih banyak masyarakat, sekitar 400 orang yang secara bergiliran menunggu truk untuk sementaa mengamankan diri di Kabupaten Nabire," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal dikutip Senin (15/11/2022). 

Saat ini, aparat keamanan bersama masyarakat saling membantu mengamankan barang-barang tersisa pasca-amuk massa di Dogiyai itu. 

Selain itu, aparat juga terus melakukan pemantauan dan pengamanan di beberapa tempat kejadian perkara. Kapolres Dogiyai Kompol Samuel Tatiratu menyatakan saat ini dua peleton Brimob sudah dikirim ke Dogiyai, Papua Tengah, untuk membantu memperkuat keamanan usai aksi kerusuhan. "Dua peleton Brimob yang dikirim dari Nabire itu untuk memperkuat aparat keamanan di Dogiyai," tandasnya. 

Amuk massa di Dogiyai, menurut AM Kamal, mengakibat perkantoran dan sejumlah rumah serta kios dibakar. Selain itu, sekitar 82 rumah petak dan enam kantor dibakar, yakni Kantor BKD, Inspektorat Daerah, Dukcapil, Dinas Lingkungan Hidup, BPMK, dan Kantor Keuangan dibakar. Warga juga mengungsi ke Polres dan Koramil Dogiyai. 

Selain itu, seorang sopir truk dan anggota polisi terluka akibat terkena senjata tajam. Kamal mengatakan, para korban luka baik dari kepolisian maupun masyarakat sudah dievakuasi ke Kabupaten Nabire sekitar pukul 08.30 WIT, untuk mendapatkan perawatan medis. 

Pemicu amuk massa 

Amuk massa yang terjadi di Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai dipicu oleh kecelakaan lalu lintas. 

Noldi Goo, seorang bocah berusia 5 tahun tewas akibat kecelakaan lalu lintas. 

Warga yang berada di lokasi kejadian tiba-tiba mengamuk dan berusaha menyerang sopir-sopir truk. 

Aparat kemudian mengamankan seorang sopir truk berinisial KM,19, yang diduga menabrak bocah tersebut. 

Namun hal itu tidak meredam emosi massa. Mereka kemudian membakar beberapa gedung perkantoran, rumah dan kios pada Sabtu malam. 

Akibat kejadian itu, sejumlah warga hilang dan satu bocah bernama Iqbal tewas. Beberapa saat kemudian, polisi berhasil menemukan lima warga yang hilang. Aparat mendata lima pekerja jalan hingga kini belum ditemukan. (tim redaksi

#dogiyai
#kerusuhandogiyai
#aksiamukmassa
#papua
#papuatengah
#polresdogiyai

Tidak ada komentar