Breaking News

Presiden Xi Jinping Ajak Asia-Pasifik Tak Dukung Perang Dingin Baru

Presiden Tiongkok Xi Jinping. Foto: Istimewa/ Net

WELFARE.id-Asia Pasifik bukanlah halaman belakang siapa pun dan tidak boleh menjadi arena persaingan kekuatan besar, kata Presiden Tiongkok Xi Jinping. Dilansir dari Guardian, Rabu (23/11/2022), Xi memperingatkan negara Asia-Pasifik untuk tak dukung perang dingin baru di wilayah itu.

Hal itu terkait ketegangan perang dingin di wilayah yang merupakan titik nyala persaingan antara Tiongkok dan AS. Pernyataan ini jadi semacam gambaran jelas di balik upaya AS dengan sekutu dan mitra regional untuk menumpulkan apa yang mereka lihat sebagai pengaruh ekonomi dan militer koersif Tiongkok yang tumbuh di wilayah tersebut. 

"Tidak ada upaya untuk mengobarkan perang dingin baru yang akan diizinkan oleh rakyat atau zaman kita,” kata Xi dalam sambutan tertulis yang disiapkan untuk acara bisnis yang terkait dengan KTT tersebut. Dirinya mengajak, agar negara Asia-Pasifik mengikuti jalan keterbukaan dan inklusivitas.

"Setiap upaya untuk mempolitisasi dan mempersenjatai hubungan ekonomi dan perdagangan juga harus ditolak oleh semua pihak,” imbuhnya. Hubungan antara Tiongkok dan AS, dua negara ekonomi terbesar di dunia itu semakin tegang dalam beberapa tahun terakhir karena berbagai masalah termasuk tarif, Taiwan, pencurian kekayaan intelektual, pencabutan otonomi Hong Kong, dan sengketa teritorial atas Laut China Selatan. 

Dalam langkah yang mungkin dilihat oleh Beijing sebagai teguran, seorang pejabat senior pemerintah mengatakan wakil presiden AS, Kamala Harris, akan mengunjungi pulau Palawan Filipina di tepi Laut China Selatan yang disengketakan. Perjalanan itu akan menjadikan Harris pejabat AS berpangkat tertinggi yang mengunjungi rantai pulau yang berdekatan dengan Kepulauan Spratly. 

Tiongkok telah mengeruk dasar laut untuk membangun pelabuhan dan lapangan udara di Spratly, yang sebagian juga diklaim oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam. Xi mengatakan, kepada timpalannya dari Filipina Ferdinand Marcos Jr pada pertemuan di Bangkok bahwa kekuatan hubungan bilateral bergantung pada hubungan yang stabil di laut. 

Harris akan mengunjungi Palawan setelah menghadiri pertemuan APEC, yang mengikuti serangkaian KTT regional yang sejauh ini didominasi oleh ketegangan geopolitik atas perang di Ukraina. 

Pada pertemuan G20 di Bali, negara-negara dengan suara bulat mengadopsi deklarasi yang mengatakan sebagian besar anggota mengutuk perang Ukraina, tetapi juga mengakui bahwa beberapa negara memandang konflik tersebut secara berbeda. Tuan rumah Indonesia mengatakan perang adalah isu yang paling diperdebatkan. (tim redaksi)

#presidentiongkok
#xijinping
#perangdingin
#asiapasifik
#perdamaian

Tidak ada komentar