Breaking News

PPATK Bekukan Rekening Pemilik Net89, Reza Paten Resmi Tersangka

Reza Paten (net) 

WELFARE.id-Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membekukan rekening Reza Paten. Hal itu buntut laporan ratusan orang atas investasi di Net89 ke aparat penegak hukum. "Benar, sudah kami bekukan," kata Ketua PPATK Ivan Yustiavandana dikutip Minggu (6/11/2022). 

Reza Paten yang berasal dari Surabaya ini dikenal sebagai pedagang mata uang asing dan menggeluti dunia trading sejak 2019. Laki-laki berusia 38 tahun itu lulusan Teknik Informatika. "Jumlah rekening yang dibekukan banyak," lanjutnya. 

Sampai saat ini keberadaan Reza Paten tak diketahui. Kerugian yang ditelan oleh korban robot trading Net89 mencapai Rp28 miliar dan setiap korban punya nilai kerugian berbeda-beda. 

Sementara itu, kuasa hukum Reza Paten, Slamat Tambunan menyatakan, kliennya dipastikan bukan pemilik atau pun pendiri Net89. Dikatakan Slamat, kliennya hanya berstatus sebagai anggota sejak 2019. "Klien kami bukanlah pemilik atau owner Net89 melainkan dia hanya member. 

Dia juga bukan founder Net89, jika melihat akun jajaran direksi sudah terlampir di situ. Tidak ada namanya Reza Paten, mengklarifikasi pemberitaan tidak ada namanya Reza Paten. Jadi jelas Reza Paten bukan founder melainkan member biasa," katanya. 

Kasus bermula saat sekitar 230 orang mengaku korban robot trading Net89 melapor ke Bareskrim. Diduga ada 134 orang yang dilaporkan termasuk 5 orang di antaranya adalah public figure, di antaranya Atta Halilintar. Atta Halilintar terseret lantaran lelang bandanya pada Januari 2022 dimenangkan oleh Reza Paten dengan nilai Rp2 miliar lebih. 

Terbaru, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menetapkan pemilik nama lengkap Reza Shahrani ini sebagai tersangka. 

"Reza Shahrani (Reza Paten) sudah jadi tersangka di Net89," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dimintai konfirmasi, Minggu (6/11/2022). 

Whisnu menjelaskan, pihaknya sudah punya alat bukti yang sah untuk menetapkan Reza Paten menjadi tersangka. 

Lebih jauh, Whisnu memaparkan Reza Paten disangkakan pasal berlapis. 

Di antaranya seperti Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 28 dan/atau Pasal 34 ayat (1) Jo Pasal 50 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 79. 

Kemudian, Pasal 69 ayat (1) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Tindak Pidana Transfer Dana dan/atau Pasal 46Undang-Undang Nomor 10 Tahun 198 tentang Perbankan dan/atau Pasal 8 dan/atau Pasal 9 Jo Pasal 62 ayat (1) dan/atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. 

Dan/atau Pasal 105 dan/atau Pasal 106 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Pasal 90 Jo Pasal 104 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan/atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 dan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo Pasal 55 KUHP Jo Pasal 56 KUHP Jo Pasal 64 KUHP Jo Pasal 65 KUHP. (tim redaksi

#rezapaten
#robottrading
#net89
#penipuaninvestasi
#ppatk
#pembekuanrekening

Tidak ada komentar