Breaking News

Pesta Miras Oplosan, Satu Mahasiswa Tewas, Empat Kritis di Sleman

Ilustrasi (net) 

WELFARE.id-Seorang pria berinisal MF, 24, tewas akibat minuman keras alias miras oplosan di Sleman, Yogyakarta. Saat kejadian, korban sedang berkumpul dengan mahasiswa dari daerah lainnya untuk suatu kegiatan. 

Kapolresta Sleman AKBP Imam Rifai membenarkan ihwal tewasnya seorang mahasiswa tersebut. “Pada hari Rabu ada korban meninggal dunia berinisal MF. Atas dasar informasi tersebut kami melakukan pengecekan di RS dan mengambil keterangan dari beberapa orang saksi,” ujarnya, dikutip Jumat (25/11/2022). 

Ia menerangkan, korban pada hari Senin bersama teman-temannya telah meminum minuman keras tanpa label. “Kemudian pada malam harinya sekira pukul 12.00 malam korban sempoyongan dan dibawa ke RS Panti Nugroho untuk mendapatkan pertolongan. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya. 

Korban merupakan warga Karanganyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat itu tewas pada Rabu sekira pukul 14:15 WIB. Selain MF, ada empat korban lain yang menjalani perawatan di dua rumah sakit. Tiga korban menjalani perawatan di RS Panti Nugroho berinisal TF, 21, warga Kebayoran Lama, Jaksel, AC, 29, warga Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, AP, 21, warga Jalan Kramat Sawah 3/E Senen, Jakpus serta GEM, 24 asal Depok, Jawa Barat yang menjalani perawatan di RSA UGM. 

Kejadian maut tersebut terjadi pada Senin 21 November saat korban dan rekan-rekannya pesta miras disebuah tempat kost di Pogung Kidul, Sinduadi Mlati, Sleman. 

Sekira pukul 00.30 WIB, korban sempoyongan dan kesakitan selanjutnya dibawa ke RS Panti Nugroho untuk mendapatkan perawatan. Akhirnya, korban dinyatakan meninggal dunia sekira pukul 14.15 WIB.  

Atas peristiwa tersebut, lanjutnya, jajaran Reskrim melakukan penyelidikan asal mula miras itu yang telah dikonsumsi oleh korban dan rekannya itu. “Saat ini sudah diamankan empat orang terduga pelaku yang memproduksi atau membuat miras tanpa ijin tersebut,” jelasnya. 

Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni JAS, 21, warga Magelang, Jawa Tengah, YDP, 21, warga Petamburan, Jakarta Barat, NPW, 21, warga Tegalrejo, Kota Yogyakarta dan IF, 21, warga Mlati, Kabupaten Sleman. Mereka ditahan di Mapolresta Sleman. 

Para pelaku ini diketahui mengoplos minuman keras, kemudian menjualnya. Mereka menawarkan dengan cara mengirimkan gambar iklan produk miras oplosan melalui WhatsApp (WA). 

Empat tersangka ini, lanjut Imam Rifai, mempunyai peran masing-masing. Ada yang bertugas mengoplos, dan ada juga yang menawarkan atau memasarkan. 

"Motifnya para tersangka ini untuk mencari keuntungan. Berjualan miras oplosan ini untuk mendapatkan materi," tuturnya. 

Sementara itu salah satu tersangka berinisial JAS mengaku baru satu bulan ini membuat dan menjual miras oplosan. "Baru sebulan, ya untuk mencari keuntungan saja, satu botol dijual Rp25 ribu. Kami sebelumnya sudah meriset dulu bahan-bahan ini, tapi ya karena kesalahan kelalaian kami, menyebabkan kematian," ungkap JAS. 

Dari tangan para tersangka, Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu gelas ukur, satu jeriken berisi cairan etanol foodgrade dan 60 botol 350 ml berisi miras oplosan hasil produksi yang berlum terjual. 

Akibat perbuatanya, para tersangka dijerat Pasal 204 ayat 2 KUHP dengan ancaman pidana 20 tahun penjara.Kemudian pasal 146 ayat 2 huruf b UU RI Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman pidana 10 tahun penjara. Lalu, pasal 62 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. (tim redaksi) 

#miras
#mirasoplosan
#tewaskarenamirasoplosan
#mahasiswa
#mahasiswatewas
#yogyakarta

Tidak ada komentar