Breaking News

Pelatih Badminton Tertangkap, Sindikat Uang Palsu Rp2,3 Miliar Terungkap

Uang palsu. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Polisi kembali membongkar sindikat uang palsu. Kali ini, Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat, berhasil mengungkap sindikat pembuatan uang palsu mata uang rupiah dan asing dengan menangkap dua orang pelaku berikut barang bukti mesin cetak dan uang palsu yang diproduksi.

"Tersangka ini membuat uang pecahan rupiah dan juga sudah ada uang negara lain tergantung pesanan," kata Kepala Kepolisian Resor Garut Ajun Komisaris Besar Polisi Wirdhanto Hadicaksono saat merilis pengungkapan kasus uang palsu itu di Mapolres Garut, dikutip Senin (21/11/2022). 

Ia menjelaskan, pengungkapan sindikat pembuatan uang palsu itu berawal dari laporan masyarakat mengenai adanya uang palsu di wilayah Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, yang selanjutnya dilakukan penyelidikan oleh polisi.

Polisi akhirnya menangkap satu orang terduga pelaku berinisial A (47) yang sehari-harinya sebagai pelatih badminton. Kemudian A memberitahukan uang palsu itu didapat dari pelaku lain berinisial D (50), seorang pekerja sablon di Bandung.

Dalam kasus tersebut, aparat Polres Garut mengamankan puluhan bundel uang palsu senilai Rp2,3 miliar dengan pecahan Rp100 ribu. "Dari tersangka A digeledah ada barang bukti satu kotak besar terdapat sejumlah uang seratusan ribu 23 bundel dan menyita senjata tajam seperti keris," ungkapnya.

"Tidak hanya uang rupiah, tapi membuat tali pita untuk bundelan uang negara lain, seperti Kanada dan Australia. Juga bundelan pita beberapa bank yang ada di Indonesia," imbuhnya.

Dari pemeriksaan, tersangka mengaku sudah menjalankan aksinya selama satu tahun dan diduga uang tersebut untuk penipuan modus penggandaan uang. Mengenai uang palsu itu sudah diedarkan kepada masyarakat, Kapolres mengatakan jajarannya masih mendalami sejauh mana uang tersebut dipergunakan oleh tersangka.

Sedangkan pembuatan uang palsu asing, tambah Kapolres, dugaan sementara dibuat jika ada pesanan dan sasarannya kemungkinan tempat penukaran uang asing. "Kasusnya masih kita dalami, sementara (pembuatan) masih dalam negeri," tuturnya lagi. 

Saat ini, pihaknya tengah menyelidiki siapa saja yang memesan uang palsu lewat DF. "DF ini juga rupanya melayani pemesanan pembuatan uang palsu dari negara lain, seperti Dollar Australia hingga mata uang Euro," ucapnya lagi.

Kedua tersangka kini ditahan di Markas Polres Garut untuk pemeriksaan lebih lanjut dan dijerat Pasal 244 dan atau Pasal 245 KUHP jo Pasal 26 ayat 3 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup dan denda Rp100 miliar. 

"Bagi siapa saja yang membuat mata uang atau mengedarkan rupiah palsu, meniru uang kertas negara dengan maksud mengedarkan merupakan pelanggaran dengan ancaman pidana seumur hidup dan denda Rp100 miliar," tegasnya. (tim redaksi)

#sindikatuangpalsu
#uangpalsu
#upal
#polresgarut
#uangpalsunegaralain
#moduspenggandaanuang
#pelanggaranpidana

Tidak ada komentar