Breaking News

Olahraga Sambil Menikmati Indahnya Budaya dan Alam Kampar

Tour de Muara Takus (twitter) 

WELFARE.id-Ratusan pesepeda ikut serta dalam event Tour de Muara Takus 2022, Sabtu (12/11/2022). Ajang nasional ini, diikuti peserta dari 20 provinsi di Indonesia. Tak hanya pesepeda Indonesia saja, namun ada juga pesepeda dari negara tetangga, Malaysia. 

Bertajuk fun race, event pertama kali di Bumi Sari Madu itu, bakal bukan hanya olah raga saja tapi juga menyajikan kuliner, kebudayaan dan wisata alam. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs Yusri menjelaskan, setiap fit stop menyuguhkan ragam keunikan di Kabupaten Kampar. Event ini menyiapkan 4 fit stop hingga sampai ke Candi Muara Takus. 

Tercatat sebanyak 300-an pesepeda yang mengikuti ajang ini. Startnya dari Markas Polda Riau di Kota Pekanbaru. Pelepasan peserta balap sepeda dilakukan oleh Gubernur Riau, Syamsuar bersama Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal, Danrem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung, Bupati Kampar Kamsol dan pejabat lainnya. 

Peserta bersepeda dari Kota Pekanbaru menuju Candi Muara Takus, yang terletak di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau. Sesuai dengan temanya, Tour de Muara Takus. 

Candi Muara Takus sendiri, merupakan peninggalan peradaban Budha dari masa Kerajaan Sriwijaya. Rute yang ditempuh peserta berjarak sekitar 125 kilometer (KM). 

Ajang in disambut antusias oleh masyarakat Kabupaten Kampar. Hampir di sepanjang rute, warga berdiri di pinggir jalan menyaksikan pesepeda. Mulai dari orang dewasa, hingga anak sekolah seakan tak mau ketinggalan momen itu. 

Selain itu, warga juga pitstop. Pitstop 1 di Kompleks Istana Kesultanan Kampa di Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampa. Lalu, ke Pitstop 2 di Balai Bupati Kampar Kecamatan Bangkinang Kota. "Di fit stop ini, peserta akan disambut musik tradisional dan makanan tradisional Kabupaten Kampar," ujarnya dikutip Minggu (13/11/2022). 

Sedangkan Pitstop 3 di Dermaga Gulamo kawasan Waduk PLTA Koto Kampar, Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar.  Para peserta disuguhi nuansa khas Kampar. Mulai dari budaya, adat istiadat, kuliner dan tempat-tempat bersejarah. 

Sampai di lokasi finis, kawasan Candi Muara Takus dipadati oleh masyarakat. Pengunjung candi bersejarah itu dihibur berbagai hiburan rakyat yang memeriahkan Tour de Muara Takus. 

Bupati Kampar, Kamsol merasa puas dengan pelaksanaan Tour de Muara Takus ini. Bahkan, dia berencana akan mengagendakan ajang ini di kalender tahunan kegiatan Pemkab Kampar.  

"Tour de Muara Takus memberi kebaikan bagi Kampar. Yang paling terasa adalah, terhadap promosi pariwisata dan pembenahan jalan umum di sepanjang lintasan yang di lewati pesepeda," tandasnya. 

"Kami sangat bangga dipilih sebagai tuan rumah. Akan kami masukkan dalam kalender tahunan di Kampar," tambahnya. 

Di tempat yang sama, Kapolda Riau Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, bahwa Tour de Muara Takus merupakan momentum untuk memperkenalkan semua aspek yang ada di Bumi Lancang Kuning. 

Mulai dari wisata, budaya, adat istiadat, dan ekonomi, terutama di Kabupaten Kampar. "Tour de Muara Takus ini, bukan hanya wisata dan aspek ekonomi, tapi kita kenalkan dari semua aspek agar semua orang paham dengan Riau. Insya Allah, Riau akan maju tanpa terbendung sampai kapan pun," kata Iqbal. 

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, ajang ini merupakan pemanasan untuk balapan sepeda Tour de Siak yang akan digelar ke depannya. 

"Tour de Muara Takus ini merupakan warming up balap sepeda yang akan dilaksanakan pada Tour de Siak," sebut Syamsuar. 

Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Riau, Syahrial Basri mengatakan, ajang ini merupakan kategori nasional dan internasional. "Jumlah peserta yang ikut event Tour de Muara Takus sebanyak 375 orang. Berasal dari 20 provinsi di Indonesia, serta peserta dari Malaysia," sebut Syahrial. 

Ia mengatakan, untuk saat ini ada dua iven balap sepeda berskala internasional yakni, Tour de Siak mewakili wilayah pesisir Sungai Siak dan Muara Takus di posisi daratan Kabupaten Kampar. 

"Tour de Siak berbeda dengan Tour de Muara Takus, termasuk pada kategori hobi dan fun. Artinya, Tour de Muara Takus ini lebih fokus kepada peningkatan pariwisata dan ekonomi. Terutama peningkatan UMKM lokal," kata Syahrial. 

Bagi peserta, lanjut dia, mereka dimanjakan dengan pemandangan wisata di sepanjang rute di Kota Pekanbaru dan Kampar. 

Kemudian, di setiap pitstop yang dilalui ada UMKM lokal yang penyediaan makanan khas Kampar seperti palito daun, galopuong, sate ayam kampung, soto, bubur kacang hijau dan lopek bugi. "Semoga kegiatan ini mendatangkan berkah dan inkam bagi UMKM. Dan, juga bisa membantu pemulihan ekonomi masyarakat Riau," pungkasnya. (tim redaksi) 

#tourdemuaratakus
#candimuaratakus
#kampar
#riau
#balapsepeda
#tourdesiak

Tidak ada komentar