Breaking News

Ngamuk, Keluarga Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 Bawa 6 Tuntutan

Posko crisis centre dibuka, usai terjadi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182, 9 Januari 2021. Foto: Ilustrasi/ Antara

WELFARE.id-Hampir dua tahun berlalu, sejak pesawat Sriwijaya Air SJ-182 mengalami kecelakaan di Kepulauan Seribu, 9 Januari 2021 lalu. Namun hingga hari ini, masih ada sejumlah keluarga korban yang belum mendapatkan kompensasi.

Sejumlah keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pun menagih janji dan tanggung jawab maskapai terkait santunan yang tak kunjung diberikan. Mereka mendatangi kantor Sriwijaya Air di Neglasari, Kota Tangerang, Jumat (11/11/2022).

Salah satu keluarga korban, Slamet Bowo Santoso, mengatakan, hingga kini mereka belum menerima santunan yang dijanjikan pihak maskapai, sebesar Rp1,5 miliar. "Kami meminta Sriwijaya Air segera mencairkan santunan sesuai UU Penerbangan, Rp1,5 miliar," tegasnya.

Kata dia, santunan tersebut adalah hak keluarga korban dan berhak diminta sesuai rekomendasi Komisi V DPR RI agar dititipkan ke pengadilan atau pihak ketiga. "Keluarga korban yang belum mengambil santunan tetap menolak menandatangani RnD yang disyaratkan, karena bertentangan dengan UU Penerbangan," ucapnya.

"Kami meminta Sriwijaya Air bertanggungjawab penuh atas keperluan keluarga korban sampai kasus SJ-182 benar-benar dinyatakan selesai," tambahnya. Pihak keluarga juga meminta pihak maskapai tidak mengganggu hak privasi keluarga korban yang menggugat ke Boeing Company di Amerika.

"Meminta presiden turun tangan mengatasi persoalan penerbangan di tanah air agar kejadian serupa tidak terus terulang. Cukup kami yang jadi korban jangan lebih banyak lagi," ungkapnya lagi.

Sebelumnya mereka telah menuntut hak tersebut ke kantor maskapai Sriwijaya Air di Cengkareng, Jakarta Barat, namun tidak mendapat kepastian. Untuk itu, mereka lalu mendatangi kantor Sriwijaya Air di Neglasari, Kota Tangerang.

Mereka membawa enam tuntutan untuk Dirut Sriwijaya Air:

1. Meminta Sriwijaya Air segera mencairkan santunan sesuai UU Penerbangan;

2. Sesuai rekomendasi Komisi V DPR RI keluarga menuntut agar uang santunan dititipkan ke pengadilan atau pihak ketiga;

3. Keluarga korban yang belum mengambil santunan tetap menolak menandatangani RnD yang disyaratkan karena bertentangan dengan UU Penerbangan;

4. Meminta Sriwijaya Air bertanggungjawab penuh atas keperluan keluarga korban sampai kasus SJ-182 benar benar dinyatakan selesai;

5. Meminta Sriwijaya tidak mengganggu hak privasi keluarga korban yang menggugat ke Boeing Company di Amerika;

6. Meminta presiden turun tangan mengatasi persoalan penerbangan di tanah air agar kejadian serupa tidak terus terulang. Cukup kami yang jadi korban jangan lebih banyak lagi;

Diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021. Kecelakaan itu menewaskan 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 awak. Pesawat Sriwijaya Air itu terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta hendak menuju Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. (tim redaksi)

#keluargakorbanpesawatjatuh
#keluargakorbansj182
#kecelakaanpesawatsriwijayaair
#maskapaisriwijayaair
#menuntutkompensasi
#keluargakorbanjatuhnyapesawatsriwijayaair
#sriwijayaair

Tidak ada komentar