Breaking News

Kekuatan Ekonomi RI Baru, Transaksi Saham Syariah Tembus Rp7,74 Triliun di September 2022

Investasi syariah. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Potensi ekonomi syariah masih terbuka luas. Keuangan syariah bisa menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Indonesia.

Hal itu diungkapkan Wakil Presiden RI Maruf Amin di berbagai kesempatan. Di tengah majunya pasar modal syariah dan besarnya potensi ekonomi dan keuangan syariah, banyak diantara masyarakat yang masih ragu berinvestasi di pasar modal syariah.

Terutama, terkait kehalalan berinvestasi. Meskipun, sudah ada fatwa-fatwa yang memberi landasan kehalalannya.

"Oleh karenanya, saya kerap menyampaikan pentingnya sosialisasi dan edukasi yang intensif untuk meningkatkan literasi masyarakat, terutama mengenai kehalalan pasar modal syariah," ungkap Maruf, dikutip Jumat (11/11/2022).

Wapres menjelaskan, landasan fiqih dalam keuangan syariah, termasuk pasar modal syariah, yaitu hukum asal dalam bermuamalah adalah boleh. Sepanjang tidak ada dalil yang melarangnya atau mengharamkannya.

"Al ashlu fii mua'malah Al ibahah illa maa dalla dalilu fii tahrimiha, asal dari pada bermuamalah itu adalah boleh kecuali ada dalil yang mengharamkannya," paparnya. Menurutnya, yang dilarang menurut syariah juga sudah jelas, yaitu yang mengandung unsur gharah, riba, maisir, risywah, maksiat, dan kezaliman, serta kegiatan yang sifatnya spekulatif dan manipulatif.

Jumlah saham syariah pun meningkat 56,7 persen atau dari 314 saham syariah pada 2011 menjadi 493 saham syariah pada September 2022. Peningkatan juga terjadi pada aktivitas transaksi saham syariah yang dapat dilihat dari tumbuhnya rata-rata nilai transaksi harian sebesar 9,8 persen per tahun, yaitu dari Rp3,03 triliun per hari pada 2012 menjadi Rp7,74 triliun per hari pada September 2022.

Dengan adanya dukungan dari Wapres, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin yakin untuk menarik lebih banyak investor Muslim ke lantai bursa. BEI bahkan meluncurkan Indeks IDX Sharia Growth, yang bertujuan memberikan panduan berinvestasi syariah yang baru bagi investor pasar modal.

Sekaligus menorehkan tonggak pencapaian baru dalam perkembangan pasar modal syariah di Indonesia. "Indeks ini mengukur kinerja harga 30 saham syariah yang memiliki tren pertumbuhan laba bersih dan pendapatan relatif terhadap harga dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan baik," kata Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono dalam keterangan di Jakarta, dikutip Jumat (11/11/2022).

Indeks IDX Sharia Growth menambah jajaran indeks saham bertema syariah yang tercatat di BEI. Saat ini terdapat lima indeks saham syariah, yaitu Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index 70 (JII70), Jakarta Islamic Index (JII), Indeks IDX-MES BUMN 17, dan Indeks IDX Sharia Growth.

Peluncuran Indeks IDX Sharia Growth didukung oleh pertumbuhan pasar modal syariah yang cukup pesat selama 10 tahun terakhir.  Tujuanya, memperkenalkan pendekatan baru untuk menjadi panduan berinvestasi atas saham syariah, yaitu dengan menggunakan strategi investasi berdasarkan faktor pertumbuhan.

Strategi investasi tersebut bertujuan untuk mencari saham-saham syariah dengan karakteristik pertumbuhan tinggi. Penentuan konstituen Indeks IDX Sharia Growth dilakukan dengan memilih 30 saham syariah yang tren pertumbuhan rasio price-to-earnings (PER) dan tren pertumbuhan rasio price-to-sales (PSR) tinggi dari konstituen Jakarta Islamic Indeks 70 (JII70).

Sebelum melakukan pemilihan, saham-saham JII70 yang tidak membukukan laba bersih dan memiliki PER bernilai ekstrem akan dikecualikan. Pemilihan saham dilakukan dari konstituen JII70 untuk memastikan saham terpilih memiliki kapitalisasi pasar yang besar, likuiditas tinggi, serta kinerja keuangan dan tingkat kepatuhan yang baik.

Penghitungan Indeks IDX Sharia Growth menggunakan metode Adjusted Market Capitalization Weighted yang disesuaikan berdasarkan rasio free float dan dengan menerapkan pembatasan bobot saham (cap) paling tinggi sebesar 15 persen yang disesuaikan pada saat evaluasi. Indeks tersebut telah dihitung sejak hari dasarnya pada 1 Juni 2016 dengan nilai awal 100. Evaluasi berkala atas Indeks IDX Sharia Growth terdiri dari evaluasi mayor dan evaluasi minor.

Evaluasi mayor bertujuan untuk melakukan pemilihan dan pembobotan ulang atas konstituen indeks dan dilakukan setiap akhir Mei serta November. Sedangkan evaluasi minor yang bertujuan untuk memperbarui faktor free float serta melakukan pembatasan ulang atas bobot saham, dilakukan pada setiap akhir Februari dan Agustus. 

Hasil evaluasi indeks akan berlaku efektif pada hari bursa pertama pada bulan berikutnya. Pada masa mendatang, Indeks IDX Sharia Growth dapat dijadikan acuan bagi penciptaan produk investasi berbasis indeks syariah, seperti reksa dana indeks syariah maupun exchange traded fund (ETF) atas indeks syariah.

Sehingga, investor syariah dapat lebih mudah berinvestasi pada saham-saham syariah dengan karakteristik pertumbuhan yang tinggi. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik juga membenarkan, sebanyak 61 persen dari 810 saham yang tercatat di BEI merupakan saham syariah.

Ia menjelaskan hal tersebut memberikan kontribusi terhadap nilai transaksi harian sebesar 50 persen di BEI. "Kondisi pasar terkait dengan kebutuhan investor syariah dalam 5 tahun terakhir sudah ada pertumbuhan hampir empat kali lipat. Kemudian saham syariah kita 61 persen dari 810 saham yang tercatat di Busra Efek Indonesia itu adalah saham syariah," kata Jeffrey, baru-baru ini.

Terkait jumlah emiten, Jeffrey menyebutkan pada 2022 sudah ada 54 perusahaan yang baru tercatat di BEI sehingga terdapat 820 perusahaan yang tercatat. "Penambahan emiten tahun ini sampai dengan kemarin 44 perusahaan tercatat baru, dan ada 6 perusahaan baru yang tercatat di BEI termasuk BELI. Tanggal 9 ada 2 perusahaan lagi. Dan tanggal 10 ada 2 perusahaan lagi yang daftar di Bursa Efek. Dan sebentar lagi kita menjadi nomor 1 di kawasan regional ASEAN," rincinya. (tim redaksi)

#BEI
#bursaefekindonesia
#investasisyariah
#investormuslim
#sahamsyariah
#wapresmarufamin
#potensiinvestasisyariah
#keuangansyariah

Tidak ada komentar