Breaking News

Kejagung Geledah Kantor Kominfo, Sita Barbuk Dokumen Kasus Dugaan Korupsi Proyek BTS

Tower BTS. Foto: ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Kasus dugaan korupsi Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur tahun 2020-2022 di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus didalami. 

Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah kantor Kominfo untuk menyita sejumlah dokumen, Senin (7/11/2022).

Selain di Kominfo, tim penyidik juga menggeledah lokasi lain, yaitu kantor PT Adyawinsa Telecommunication & Electrical di Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

"Dari penggeledahan tersebut, telah dilakukan penyitaan berupa dokumen-dokumen penting dan barang bukti elektronik yang terkait dengan perkara korupsi BTS," jelas Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kuntadi, dikutip Rabu (9/11/2022).

Ia menambahkan, total ada 4.200 titik dari tiga konsorsium yang tengah disidik. Dari tiga konsorsium tersebut terdapat lima paket dengan rincian paket 1 yakin Kalimantan 269 titik dan Nusa Tenggara 439 titik. Kemudian paket 2 yakni Sumatera 17 titik, Maluku 198 titik, Sulawesi 512 titik. 

Lalu paket 3 yakni Papua 409 titik dan Papua Barat 545 titik, paket 4 yakni Papua 966 titik, dan paket 5 di Papua 845 titik. Nilai proyek pengadaan BTS tersebut diketahui sekitar Rp10 triliun. 

Sementara total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp1 triliun. Kasus ini dinaikkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan sejak Rabu (2/11/2022) lalu. 

Naiknya status penyelidikan ke penyidikan itu dilakukan berdasarkan pengumpulan alat bukti dan pemeriksaan 60 saksi. Di antara saksi-saksi tersebut, tim penyidik telah memanggil beberapa orang dari pihak Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo untuk dimintai keterangan.

Perkara ini mulai dibuka penyelidikannya pada September 2022. Diketahui pada masa itu Kominfo mengadakan proyek BTS untuk mendukung aktivitas masyarakat yang beralih ke daring saat pandemi COVID-19.

Penggeledahan tersebut terkait dugaan korupsi penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI tahun 2020-2022. 

Kapuspenkum KejagungnKetut Sumedana menambahkan, Kejagung juga sebelumnya telah menggeledah sejumlah lokasi lain yakni kantor PT Fiberhome Technologies Indonesia, PT Aplikanusa Lintasarta, PT Infrastruktur Bisnis Sejahtera, PT Sansasine Exindo, PT Moratelindo, PT Excelsia Mitraniaga Mandiri, dan PT ZTE Indonesia. (tim redaksi)

#kejagung
#kominfo
#kasusdugaankorupsibts
#kasusdugaankorupsiinfrastruktur
#sitadokumen
#penggeledahankantorkominfo
#kasusdugaankorupsiproyekbts

Tidak ada komentar