Breaking News

Kasus Harian COVID-19 Tembus 6.000, Menkes Bilang Masih Aman

Tes COVID-19. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-COVID-19 kembali "mengamuk". Rabu (9/11/2022) kemarin Satgas Penanganan Covid-19 mencatat, konfirmasi positif tembus 6.186 kasus. Angka kematian kemarin juga melonjak, menjadi 43 kasus. Sebanyak 6.064 kasus positif hari sebelumnya, diketahui berasal dari transmisi lokal.

Sedangkan 122 lainnya pelaku perjalanan luar negeri. Tercatat, provinsi dengan kasus positif tertinggi masih terjadi di DKI Jakarta, disusul Jawa Barat dan Jawa Timur.

Masing-masing secara berurutan, 2.557 orang positif Covid-19 di Jakarta. Disusul Jawa Barat dengan 880 orang, dan Jawa Timur dengan 703 kasus.

Laporan korban meninggal terbanyak di Jawa Tengah dengan 10 kasus, disusul Jawa Timur dengan 6 kasus, dan DKI Jakarta juga Bali dengan 4 kasus.

Dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI kemarin, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan tren peningkatan kasus COVID-19 masih dalam taraf aman dan terkendali berdasarkan indikator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia mengatakan, tren peningkatan ini pengaruh dari subvarian terbaru Omicron XBB.

"Masih terlihat tren kasus berdasarkan hasil monitoring mingguan masih naik terus. Tiga pekan terakhir ini naik dari semula 18 persen, 40 persen, naik lagi 56 persen dan belum sampai ke puncak," bebernya.

Budi menjelaskan, berdasarkan indikator PPKM WHO, ambang batas kasus konfirmasi COVID-19 mencapai 20 kasus per 100.000 penduduk per pekan. Sementara untuk pasien yang masuk rumah sakit, lima pasien per 100.000 penduduk per pekan, dan kasus kematian satu per 100.000 penduduk per pekan.

"Di Indonesia, kasus konfirmasi masih 11, hospitalisasi 1,95, dan kematiannya masih 0,08. Ketiga indikator transmisi WHO ini kita masih ada di level 1 PPKM yang artinya masih terkendali," rincinya.

Namun, sambung Budi, untuk angka secara provinsi mulai terdapat daerah yang masuk level 3 dan 2 PPKM. Seperti DKI Jakarta yang kasus mingguan mencapai 106,63, perawatan 6,59, dan kematian 0,18. 

Disusul Kalimantan Timur dengan konfirmasi 29,15, perawatan 4,48 dan kematian 0,29. "Khusus untuk Jakarta untuk kasus konfirmasi sudah masuk level 3 PPKM," ucapnya.

Budi juga menambahkan, berdasarkan hasil penelitian terhadap genom sequencing di Indonesia per 29 Oktober 2022, ditemukan BA.2.75 mencapai 62 kasus (21 Juni 2022), XBB 37 kasus (25 September 2022), dan BQ.1 sebanyak 50 kasus (30 September 2022). "Memang subvarian XBB cepat sekali dominasinya di Indonesia dalam tiga pekan terakhir ini," tuntasnya. (tim redaksi)

#subvarianxbb
#covid19
#kasuscovid19
#ppkm
#prokes
#angkakematian
#kasuscovid19naik

Tidak ada komentar