Breaking News

Kasus COVID-19 Kembali Melonjak di Tanah Air, Menkes: Sebulan Terakhir 27.018 Orang Dirawat

Ilustrasi prokes untuk menghindari terpapar virus COVID-19. Foto: net

WELFARE.id-Setelah lama landai, penularan virus Corona di Tanah Air kembali melonjak dalam sebulan terakhir. Menurut data Kementrian Kesehatan (Kemenkes) jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit sejak 4 Oktober 2022- 8 November 2022 naik dari 2.300 menjadi lebih dari 5 ribu kasus. 

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pasien yang dirawat di rumah sakit dalam rentang waktu sekitar sebulan terakhir berjumlah 27.018 orang. 

Dari total jumlah pasien COVID-19  yang dirawat di rumah sakit itu, Budi mengatakan, lebih dari 32 persen pasien (8.763 pasien) berstatus belum divaksin sama sekali, sementara 5,9 persen (1.598 pasien) telah mendapatkan dosis pertama,.

Lalu, ujar Budi juga, sebanyak 27,6 persen (7.469 pasien) sudah mendapatkan dosis kedua dan 30,7 persen (8.316 pasien) telah mendapatkan vaksin booster.  

”Jadi 872 pasien belum diketahui statusnya," terang Budi dalam keterangan resminya, Rabu (9/11/2022). 
Dari data yang dipaparkan Budi, kenaikan kasus mulai terjadi pada pertengahan Oktober 2022 hingga awal November 2022. 

Kenaikan kasus sempat menyentuh 6 ribu per hari. Akibat kenaikan kasus baru tersebut, angka kematian karena COVID-19 pun mengalami kenaikan dalam rentang waktu yang sama.  

Menurut Budi, nyaris separuh dari pasien yang meninggal belum mendapatkan vaksin. ”Jumlah pasien wafat sejak 4 Oktober 2022 sampai 8 November 2022 adalah 1.373 atau 5 persen dari total pasien dirawat 27.018," kata Budi. 

Dari jumlah itu, katanya juga, 48 persen dari pasien meninggal belum divaksin. Sedangkan sebanyak 8 persen pasien yang meninggal sudah mendapatkan vaksin dosis pertama, 28 persen sudah mendapatkan vaksin dosis kedua dan 16 persen sudah mendapatkan booster. 

Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 20.749 orang atau 76 persen sementara sisanya masih dalam perawatan. Mantan Wakil Menteri BUMN ini juga memaparkan data soal pasien yang bergejala sedang, berat hingga kritis. 

Dari total 10.639 pasien COVID-19 yang memiliki status tersebut, sebanyak 6 persen pasien sudah divaksin dosis pertama, 28 persen sudah vaksin dosis kedua, 26 persen sudah vaksin dosis ketiga atau booster, dan 40 persen belum mendapatkan vaksin sama sekali.

”Jadi 74 persen pasien bergejala sedang-berat-kritis belum booster. Lalu 84 persen pasien yang meninggal belum booster,” lanjut Budi lagi. 

Dia juga menjelaskan sejak 29 Oktober 2022 setidaknya 50 persen pasien COVID-19 yang menjalani perawatan di ICU berusia di atas 60 tahun. Sehingga, masyarakat dengan usia lanjut disarankan untuk memperketat protokol kesehatan (prokes) dan melakukan vaksinasi lengkap termasuk booster. (tim redaksi)


#viruscorona
#covid-19
#vaksinasilengkap
#booster
#prokes
#kementeriankesehatan

Tidak ada komentar