Breaking News

Kasus COVID-19 di Tiongkok Tembus 9.000, Sejumlah Penerbangan Kembali Dibatalkan

Tes COVID-19 di Beijing, Tiongkok.
Foto: Ilustrasi/ Getty Images

WELFARE.id-Kasus COVID-19 di Tiongkok kembali meroket. Mereka setidaknya melaporkan lebih dari 9.000 kasus positif per Rabu (9/11/2022).

Sebanyak 1.185 di antaranya bergejala dan 7.820 tidak menunjukkan gejala. Melansir Reuters, Jumat (11/11/2022), hal tersebut dikonfirmasi Komisi Kesehatan Nasional yang mengatakan, tidak ada kematian baru, sama seperti sehari sebelumnya.

Pada 9 November, Tiongkok telah mengonfirmasi 267.544 kasus dengan gejala. Ibu kota Tiongkok, Beijing, melaporkan 34 kasus bergejala dan 61 tanpa gejala, dibandingkan dengan 32 kasus bergejala dan 48 tanpa gejala pada hari sebelumnya, menurut data pemerintah setempat.

Pusat keuangan Shanghai melaporkan tidak ada gejala dan empat kasus tanpa gejala, dibandingkan dengan nol gejala dan empat kasus tanpa gejala sehari sebelumnya. Pusat teknologi selatan Shenzhen melaporkan dua infeksi COVID-19 yang ditularkan secara lokal, dibandingkan tiga hari sebelumnya.

Di selatan Guangzhou juga dilaporkan ada 125 kasus baru yang menular secara lokal dan 2.430 kasus tanpa gejala. Akibat tingginya kasus COVID-19, sebagian besar jadwal penerbangan di Tiongkok terpaksa dibatalkan.

Dalam laporannya, kantor berita lokal Tiongkok itu menyertakan data aplikasi penerbangan Flight Master per 8 November 2022. Manajemen Bandar Udara Internasional Baiyun, Guangzhou membatalkan 1.099 jadwal penerbangan atau sekitar 84 persen.

Provinsi Guangdong yang beribu kota di Guangzhou adalah yang paling parah terkena serangan gelombang COVID-19 terkini dengan 2.611 kasus positif lokal. Bandara Internasional Ibu Kota membatalkan 737 jadwal penerbangan (78 persen) dan Bandara Internasional Daxing, keduanya di Beijing, membatalkan 739 penerbangan (83 persen). 

Sebanyak 628 penerbangan (97 persen) di Bandara Internasional Xinzheng, Zhengzhou, juga dibatalkan. Sementara di Bandara Internasional Jiangbei, Chongqing, terdapat 662 penerbangan (68 persen) yang batal.

Lalu di Bandara Internasional Diwopu, Urumqi, Flight Master mencatat 482 penerbangan (98 persen) yang dibatalkan dan di Bandara Internasional Baita, Hohhot, ada 267 penerbangan (96 persen) batal. Sejak terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di berbagai daerah di Tiongkok, otoritas Kota Beijing memperketat upaya pencegahan dan pengendalian pandemi, termasuk terhadap kedatangan dari luar provinsi.

"Karena situasi epidemi parah baru-baru ini, maka tes PCR dianjurkan dilakukan setiap hari mulai tanggal 7 hingga 11 November," demikian pesan singkat dari otoritas kesehatan Beijing. (tim redaksi)


#kasuscovid19ditiongkoknaik

#penerbanganditiongkokdibatalkan

#covid19

#covidtidakterdeteksi

#pengendaliancovid

#lonjakankasuscovid

Tidak ada komentar