Breaking News

Hanya Terpaut 2 Suara, Ini Efeknya ke Biden Jika Demokrat Kalah dari Republik

Para pemilih ke TPS dalam Pemilu sela di Amerika Serikat. Foto: Istimewa/ Reuters/ Nick Oxford

WELFARE.id-Kekuasaan Partai Demokrat yang selama ini memiliki suara mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat mulai goyah. DPR diperkirakan akan direbut oleh Partai Republik, sekalipun dengan mayoritas tipis.

Masih dalam proses penghitungan suara, sejauh ini, Kamis (10/11/2022) pukul 07.00 WIB, Partai Republik (GOP) masih memimpin dengan 48 suara. Sedangkan Partai Demokrat (DEM) hanya tertinggal 2 suara, yaitu sebanyak 46 suara.

Jajak pendapat sebelumnya, memperkirakan hasil pemilu sela akan menjadi "gelombang merah" bagi Partai Republik yang bakal membukukan kemenangan besar dan menguasai DPR maupun Senat. Namun persaingan ternyata berjalan sangat ketat.

Lantas, seberapa strategis sebenarnya hasil pemilu sela ini terhadap kebijakan ambisius Joe Biden? Dengan merebut mayoritas di DPR, Partai Republik bisa memblokir berbagai kebijakan Joe Biden.

Melansir Reuters, Kamis (10/11/2022), sejarah politik AS menunjukkan, partai yang berkuasa di Gedung Putih selalu mengalami kekalahan pada pemilu paruh waktu yang digelar setiap dua tahun. Kekalahan yang diderita dapat berskala besar seperti yang pernah dialami mantan Presiden Barack Obama dan Donald Trump pada dua tahun pertama pemerintahannya.

Obama dan Trump kehilangan kontrol DPR setelah kehilangan masing-masing 63 dan 41 kursi. Biden menghadapi situasi yang tidak jauh beda dengan kedua pendahulunya itu.

Dalam dua tahun pertama masa jabatannya, Presiden Joe Biden relatif mulus mengeksekusi sejumlah kebijakannya karena tak begitu mendapatkan ganjalan baik dari Senat maupun DPR setelah keduanya didominasi Demokrat, kendati dalam selisih kursi yang sangat tipis. Situasi seperti itu bakal berubah jika Republik memenangkan pemilu sela sehingga menjadi mayoritas dalam parlemen.

Jika terjadi begitu, maka kerja pemerintahan Joe Biden bakal terganggu dan bahkan bisa memengaruhi nasib sang presiden serta Demokrat pada Pemilu 2024.

Pemilu sela ini adalah pemilihan nasional besar pertama sejak 6 Januari 2021, yang ditandai insiden pendukung Donald Trump menyerbu Capitol Hill. Donald Trump sendiri ikut berkampanye dan beberapa kali memberi sinyal akan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2024.

Kongres AS, yang terdiri dari dua kamar DPR dan Senat, diperebutkan sangat ketat, dan hingga berita ini dirilis, belum jelas siapa yang akhirnya menguasai Senat. Dalam kemenangan kritis untuk Partai Demokrat, John Fetterman berhasil merebut kursi Senat di Pennsylvania, yang sebelumnya dipegang Partai Republik. 

Sementara untuk Georgia, Nevada, Wisconsin, dan Arizona, perolehan suara terlalu ketat untuk membuat prediksi. Saat ini, 48 kursi diperkirakan dimenangkan oleh Demorat dan 48 kursi dikuasai Republik. Senat beranggotakan 100 orang.

Bagi Demokrat, hasil pemilu sela ternyata jauh lebih baik dari yang diharapkan. Di Twitter, Presiden Joe Biden memosting foto dirinya dengan gembira memberi selamat kepada beberapa pemenang Demokrat melalui telepon.

Pertarungan memperebutkan kursi Senat di Georgia bisa berakhir dalam putaran susulan 6 Desember mendatang. Jika tidak ada kandidat yang berhasil membukukan kemenangan 50 persen plus satu suara.

Melansir AFP, Kamis (10/11/2022), sekalipun akan merebut mayoritas di DPR, harapan Partai Republik untuk menyulut red wave atau "gelombang merah" dengan kemenangan besar mulai memudar. Kubu Demokrat diproyeksikan hanya akan memenangkan 11 dari 13 kontestasi ketat.

"Jelas bukan gelombang Republik, itu pasti," kata Senator AS dari Partai Republik Lindsey Graham kepada televisi NBC dalam sebuah wawancara. Ketua DPR dari Partai Demokrat Nancy Pelosi mengatakan, dalam sebuah pernyataan, bahwa anggota dan kandidat Demokrat DPR sangat mengungguli ekspektasi di seluruh negeri.

Lebih dari 46 juta pemilih Amerika Serikat telah memberikan suara mereka, baik melalui surat atau secara langsung sebelum hari pemilihan. Menurut jajak pendapat, inflasi yang tinggi dan hak aborsi menjadi perhatian utama pemilih, dengan sekitar tiga dari sepuluh pemilih memilih satu atau yang lain sebagai prioritas utama mereka. (tim redaksi)

#pemiluparuhwaktuas
#pemiluselaas
#amerikaserikat
#pemiluas
#pemilihansuara
#partairepublik
#partaidemokrat
#presidenasjoebiden

Tidak ada komentar