Breaking News

Dunia Diambang Resesi Tahun Depan, BI Beri Secercah Harapan

Gedung Bank Indonesia. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Di tengah perlambatan ekonomi global belakangan ini, Indonesia masih memiliki secercah harapan. Pasalnya, Indonesia diyakini masih bisa membukukan catatan pertumbuhan positif pada tahun depan.

Hal itu diungkapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo. Ia menuturkan, ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 4-5% pada tahun depan. 

"Kita optimistis, ekonomi kita masih akan terus tumbuh. Memang, negara maju bayak yang sudah mengatakan kita siap masuk resesi. Di regional mungkin Indonesia termasuk sedikit negara yg tumbuh pada kisaran 4-5%," paparnya dalam acara GNPIP, dikutip Rabu (2/11/2022).

Namun demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya dampak kenaikan suku bunga acuan pada perekonomian Indonesia. Pasalnya, kenaikan suku bunga akan menaikkan biaya dana bagi masyarakat.

Ia juga menyebut, BI melakukan langkah kenaikan dengan perhitungan dan kalkulasi yang hati-hati. "BI tidak akan menaikkan suku bunga kalau itu tidak diperlukan," yakinnya.

Jika mengacu pada ramalan IMF, Indonesia sendiri masih berpeluang tumbuh 5,3% tahun ini dan sedikit melambat menjadi 5% pada tahun depan. Pertumbuhan ini jauh di atas Tiongkok dan AS.

Tiongkok diperkirakan mengalami tumbuh 3,2% pada 2022 dan sedikit meningkat sebesar 4,4% pada 2023. Sementara itu, AS akan tumbuh 1,6% pada 2022 dan kemudian turun menjadi 1% pada 2023. (tim redaksi)

#perlambatanekonomiglobal
#bankindonesia
#ekonomi
#pertumbuhanpositif
#ramalanimf
#sukubunga

Tidak ada komentar