Breaking News

Dua Terdakwa Kasus Korupsi eKTP Divonis 4 Tahun Penjara

Sidang kasus korupsi eKTP (ist) 

WELFARE.id-Dua terdakwa kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (korupsi e-KTP) yakni Mantan Ketua Tim Teknis Pengadaan dan Penerapan KTP Elektronik (e-KTP) Husni Fahmi dan eks Direktur Utama Perum (Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Isnu Edhi Wijaya divonis 4 tahun penjara dan denda Rp300 juta. Keduanya dinyatakan bersalah melakukan tindak korupsi secara bersama-sama. 

"Menyatakan terdakwa I Husni Fahmi dan terdakwa II Isnu Edhy Wijaya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan alternatif kedua," kata hakim ketua Yusuf Pranowo saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, dikutip Selasa (1/11/2022). 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I (Husni) dan terdakwa II (Isnu) berupa pidana penjara masing-masing selama empat tahun," sambungnya. 

Keduanya juga masing-masing dijatuhi hukuman untuk membayar denda Rp300 juta. Jika denda ini tak dibayar, diganti dengan pidana tiga bulan penjara. "Dan pidana denda sebesar Rp300 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan menjalani pidana kurungan maksimal selama tiga bulan," ucap hakim Yusuf. 

Kedua terdakwa sepakat menyatakan pikir-pikir untuk banding atas putusan tersebut. Sementara itu, tim JPU juga masih pikir-pikir untuk mengajukan upaya hukum terhadap vonis majelis hakim. "Sikap tim jaksa dan terdakwa pikir-pikir untuk banding," ucap hakim. 

Dalam menjatuhkan hukuman ini, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan, kedua terdakwa dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam melakukan pemberantasan korupsi. "Hal hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan, belum pernah dipidana, para terdakwa satu dan dua adalah tulang punggung keluarga,” ungkap Hakim. 

Dalam kasus tersebut, kedua terdakwa terbukti merugikan keuangan negara dalam kasus e-KTP sebesar Rp2,3 triliun. Perbuatan ini juga dilakukan bersama-sama dengan Andi Narogong, Setya Novanto, Irman, Sugiharto, Diah Anggraeni, Drajat Wisnu Setyawan, Wahyudin Bagenda, dan Johanes Marliem. 

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menuntut Isnu Edhi Wijaya dan Husni Fahmi 5 tahun pidana penjara dan denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan. 

Keduanya juga didakwa memperkaya korporasi maupun sejumlah pihak yakni, Isnu 20 ribu dolar AS, Perum PNRI Rp107,7 miliar, anggota Manajemen Bersama PNRI Rp137,9 miliar, PT Quadra Solution selaku anggota konsorsium PNRI sebesar Rp79 miliar, dan pemilik PT Sandipala Artha Putra RP145,8 miliar. (tim redaksi) 

#ektp
#korupsiektp
#duaterdakwaektp
#voniskorupsiektp
#tipikor
#tipikorjakarta

Tidak ada komentar