Breaking News

Diduga Mengoplos Bahan Baku yang Sebabkan Gagal Ginjal Akut, Polisi Segera Periksa Pemilik CV Samudera Chemical

Barang bukti kimia propilen glikol palsu. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Polisi terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus gagal ginjal akut yang telah memakan korban 195 anak. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, penyidik bakal memanggil pemilik CV Samudera Chemical (SC) guna menelisik kasus dugaan gagal ginjal akut. 

Tak hanya itu, polisi juga akan memanggil perangkat lingkungan CV SC di Tapos, Depok, Jawa Barat. "Rencana tindak lanjutnya akan melakukan pemanggilan terhadap saudara E selaku pemilik CPSC, saudara T anak dari E, dan saksi-saksi RT dan RW," kata Ramadhan dalam keterangannya, dikutip Sabtu (12/11/2022).

Pemanggilan dilakukan atas dasar temuan dugaan kandungan obat oplosan oleh perusahaan itu. Hal itu ditemukan dari hasil penyelidikan di kantor CV SC yang beralamat di Tapos, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/11/2022).

Ia menambahkan, pihaknya mendapatkan barang bukti senyawa Propilen Glikol (PG) dan juga etilen glikol (EG) ditempatkan dalam drum putih berlabel The Dow Chemical Company (DOW). Senyawa itu diduga dipesan dari PT Afi Farma melalui PT Tirta Buana Kemindo (PT TBK) dan PT Anugrah Perdana Gemilang (APG).

"Diduga pelaku menggunakan drum atau tong berlabel DOW palsu atau bekas kemudian melakukan peracikan penambahan atau oplos zat cemaran EG. Terdapat bahan yang diorder PT AF sehingga diduga kandungan cemaran diatas ambang batas," bebernya lagi.

Seiring dengan temuan tersebut, penyidik juga tengah menunggu hasil laboratorium terhadap sampel baham baku yang diuji dan melengkapi BAP PT APG dan PT TBK. "Mencari dokumen terkait pembelian bahan baku tambahan PG dari PT AF, PT TBK dan PT APG, melakukan pemeriksaan terhadap saksi, ahli korporasi, ahli farmasi, dan ahli labfor," tuntasnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berhasil mengungkap praktik kecurangan CV Samudera Chemical yang telah memalsukan propilen glikol dan didistribusikan kepada industri farmasi. Propilen glikol tersebut ternyata mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) melebihi batas, bahkan hingga 99%.

CV Samudera Chemical sendiri merupakan supplier dari distributor kimia CV Anugerah Perdana Gemilang yang menjadi pemasok utama untuk CV Budiarta. CV Budiarta inilah yang menjadi pemasok propilen glikol tidak memenuhi syarat ke industri farmasi PT Yarindo Farmatama yang sebelumnya telah dijatuhkan sanksi oleh BPOM.

"Dalam penelusuran lanjutan distributor kimia dari CV Samudera Chemical ini, BPOM mengambil sampel bahan kimia sebagai bukti dan dilakukan uji laboratorium. Hasil uji menunjukkan bahwa 12 sampel dengan identitas propilen glikol terdeteksi memiliki kandungan etilen glikol dan dietilen glikol yang sangat jauh dari persyaratan yang seharusnya 0,1%,” kata Kepala BPOM Penny K Lukito 

Penny mengungkapkan, dari sembilan sampel yang diambil, terdeteksi kadar EG mencapai 52%. Bahkan ada sampel yang kandungan EG-nya hingga 99%. "Jadi hampir 650 kandungan EG, bukan lagi propilen glikol. 

Berarti juga ada aspek penipuan karena labelnya propilen glikol, tetapi dalamnya EG, pencemaran yang menimbulkan suspek untuk gagal ginjal atau kematian. BPOM juga menemukan dua sampel dengan identitas sorbitol, ternyata mengandung DEG hingga 1,34%,” paparnya.

Dari temuan ini, BPOM menginstruksikan industri obat dan makanan dan pedagang besar farmasi (PBF) yang pernah melakukan pengadaan propilen glikol dari CV Samudera Chemical untuk melakukan pengujian cemaran EG dan DEG. 

"Jadi siapapun industri farmasi atau PBF yang pernah melakukan hubungan bisnis dengan CV Samudera Chemical dan mendapatkan penyaluran suplai bahan baku propilen glikol untuk dicek. Bisa jadi itu bukan propilen glikol karena sudah tercemar EG dan DEG yang sangat besar,” tegasnya. (tim redaksi)

#propilenglikoloplosan
#kasusgagalginjalakutanak
#bpom
#polisisegerapanggilcvsamuderachemical
#cvsamuderachemical
#bahankimiaoplosan
#bahanpembuatanobatsirup
#cemaranetilenglikol
#cemarandeg

Tidak ada komentar