Breaking News

Bagus Mana? Bedak Padat atau Bedak Tabur ?

Ilustrasi (net) 

WELFARE.id-Belakangan ini berbagai jenis brand mulai mengeluarkan produk terbarunya masing-masing salah satu nya bedak tabur dan bedak padat. 

Sebelum membeli bedak tabur atau bedak padat tersebut kamu perlu mencari tahu dulu apa perbedaan antara kedua produk tersebut agar tidak salah dalam membeli. Terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, berjerawat misalnya. 

Jerawat memang menjadi masalah yang dialami banyak orang, baik tua maupun muda, pria ataupun wanita. Memang, jerawat bisa disebabkan banyak faktor, baik dari lingkungan maupun dari dalam tubuh sendiri. 

Dokter spesialis dermatologi dan venerologi di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Dr. dr. Irma Bernadette S. Sitohang, Sp.KK(K) menyarankan orang dengan kulit berjerawat menggunakan bedak tabur ketimbang compact. 

"Untuk orang yang memiliki kulit berjerawat jangan menggunakan bedak compact. Bedak compact bisa menyebabkan kulit lebih berminyak dan merangsang pertumbuhan jerawat dan lebih baik yang menggunakan jenis bedak tabur," ujanya dikutip Minggu (20/11/2022). 

Sementara untuk orang yang memiliki kondisi kulit normal, kosmetik yang ada di pasaran sudah melewati penelitian dan uji tes dan pada umumnya sehingga setiap individu bisa menggunakan produk tersebut. 

“Tidak ada permasalahan untuk memilih skincare untuk orang yang memiliki kondisi kulit normal, bisa dari review pemakaian keluarga, teman dekat apabila ingin mencoba produk tersebut," lanjutnya. 

Kemudian, untuk mereka dengan kondisi kulit mudah berjerawat, Irma mengingatkan agar lebih berhati-hati dan lebih spesifik dalam memilih produk perawatan kulit. Orang yang sedang melakukan proses terapi akne sebaiknya menggunakan produk yang sudah disarankan oleh dokter dan apabila ingin menggunakan jenis kosmetik tertentu harus dikonsultasikan ke dokter 

Jerawat atau acne disebabkan hormon androgen, yakni ketika hormon androgen terbentuk lalu memengaruhi sel sebocyte yang berada di kelenjar minyak sehingga menyebabkan sel-sel di dalamnya besar atau bertambah banyak dan menyebabkan produksi minyak. 

"Selain sel sebocyte, ada juga sel keratinoscyte yakni sel-sel yang ada pada lapisan kulit lapisan atas atau kulit ari. Hormon androgen memengaruhi sel ini sehingga menyebabkan sel keratinoscyte menjadi lengket dan susah lepas, ketika sel keratinoscyte lengket dan bertambah banyak ditambah produksi minyak, maka akan terjadi sumbatan," terangnya. 

Sumbatan inilah yang disebut sebagai komedo dan ketika komedo terpapar oleh kuman maka akan terjadi inflamasi atau peradangan. Peradangan tersebut yang kemudian dikatakan akne. 

Selain itu, faktor genetik juga berperan penting, karena apabila seseorang memiliki keluarga yang memiliki riwayat akne, maka biasanya dapat diturunkan ke generasi berikutnya. 

Jadi, untuk mendiagnosis acne, dokter umumnya akan melakukan dengan dua hal, yaitu anamnesis yakni bertanya langsung kepada pasien dan pemeriksaan fisis atau mengecek secara langsung kondisi kulit pasien. (tim redaksi

#beauty
#tips
#tipspilihbedak
#jerawat
#bedakcompact
#bedaktabur

Tidak ada komentar