Breaking News

Anggaran IKN hingga 2024 Diprediksi Membengkak Rp15 Triliun, Berikut Rinciannya

Progres pembangunan di IKN, Kalimantan Timur. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) memperkirakan, anggaran pembangunan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) sampai 2024 bakal membengkak sekitar Rp15 triliun. Dengan demikian, total anggaran pembangunan IKN hingga 2024 tembus Rp58 triliun.

"Kalau 2022 sampai 2024 total Rp43 triliun. Mungkin yang kawasan 1B dan 1C akan ada tambahan sekitar Rp15 triliun untuk dua jalan produksi,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kepada wartawan dikutip Selasa (1/11/2022).

Sebatas informasi, 1B merupakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang meliputi pemerintahan pendidikan. Sedangkan 1C merupakan KIPP yang mencakup pemerintahan kesehatan. 

Sementara 1A merupakan pemerintahan inti. Basuki menerangkan, penambahan anggaran sebesar Rp15 triliun untuk KIPP 1B dan 1C tersebut untuk membangun dua jalan produksi sebagai akses bagi presiden dan para investor. 

"Supaya nanti ketika kuartal I-2023 presiden (memberikan arahan) sama investor kamu bikin sekolah di sini, kamu bikin rumah sakit di sini. Jadi, sudah ada kavling-kavlingnya,” bebernya.

Seperti halnya di KIPP 1A, kavling-kavling untuk gedung Kementerian Koordinator, Markas Besar TNI dan Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) sudah ditetapkan. Kavling-kavling semacam itu juga akan diberlakukan di KIPP 1B dan 1C secara komersial.

Sampai saat ini, Kementerian PUPR terus menggelar sejumlah tender proyek IKN. Yang teranyar, PUPR baru saja menyelesaikan tender proyek Pembangunan Bangunan Gedung Istana Negara dan Lapangan Upacara dengan nilai pagu sebesar Rp1,5 triliun dan Pembangunan Bangunan Gedung Kantor Presiden dengan nilai pagu Rp1,9 triliun.

Mengacu pada data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian PUPR, proyek Bangunan Gedung Istana dimenangkan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dengan harga penawaran sebesar Rp1,3 triliun. Begitu juga dengan proyek Gedung Kantor Presiden di mana PTPP keluar sebagai pemenang dengan harga penawaran sebesar Rp1,5 triliun.

Di samping dua proyek bernilai fantastis tersebut, PUPR juga telah merampungkan tender proyek Pembangunan Bangunan Gedung Sekretariat Presiden dan Bangunan Pendukung pada Kawasan Istana Kepresidenan di IKN senilai Rp1,3 triliun. 

Tender yang diikuti sebanyak 182 peserta ini akhirnya dimenangkan emiten BUMN Karya lainnya yaitu PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dengan harga penawaran sebesar Rp1,3 triliun.

Ia juga mengumumkan, bahwa PUPR akan melakukan penandatanganan kontrak untuk proyek-proyek IKN tersebut pada pekan ini. “Istana mau tandatangan kontrak pekan ini. Kalau yang sekarang sedang dimulai tender itu proyek air minum,” imbuhnya.

Ia juga merinci, proyek IKN sudah memasuki tahap konstruksi adalah proyek perumahan bagi para pekerja. Basuki menyebut, sekitar 21 tower sudah berhasil dibangun.

"Jadi, ada 21 tower untuk para pekerja sehingga nanti tidak boleh pakai bedeng proyek. Semua pekerja masuk di bedeng itu,” tuntasnya. (tim redaksi)

#menterpupr
#basukihadimuljono
#proyekikn
#pembangunanikn
#ikn
#kavling
#tenderproyek
#progres
#anggaran

Tidak ada komentar