Breaking News

6 Orang Tewas dan 53 Terluka dalam Serangan Bom di Istanbul, KBRI: Sejauh Ini Belum Ada Informasi Korban WNI

Foto: Istimewa/ Twitter @ishaq_baluch

WELFARE.id-Ibu Kota Turki, Istanbul diguncang serangan bom, Minggu (13/11/2022). Serangan bom terjadi di jalan ramai pusat perbelanjaan Taksim dan menewaskan 6 orang serta melukai sebanyak 53 lainnya.

Ledakan bom itu sempat terekam kamera warga yang sedang berjalan kaki di pusat kota Istanbul. Tiba-tiba suara ledakan terdengar kuat dan seketika, api membumbung tinggi, dalam video yang viral di Twitter, ditonton Senin (14/11/2022). 

Presiden Recep Tayyip Erdogan Presiden Turki menegaskan, itu adalah serangan bom bunuh diri. "Mungkin salah jika kita mengatakan dengan pasti bahwa ini adalah teror. Tetapi menurut tanda-tanda pertama ... ada bau teror di sana," kata Erdogan pada konferensi pers yang disiarkan televisi lokal, melansir AFP, Senin (14/11/2022).

"Unit-unit terkait di negara bagian kita sedang bekerja untuk menemukan para pelaku. Siapa di balik serangan keji ini," tegasnya. 

"Saya berada 50-55 meter (meter), tiba-tiba terdengar suara ledakan. Saya melihat tiga atau empat orang tergeletak di tanah," kata saksi Cemal Denizci, 57 tahun.

Orang-orang berlarian panik. Suaranya sangat keras. Ada asap hitam. "Suaranya sangat keras, hampir memekakkan telinga," tambahnya.

Orang tua membawa anak-anak mereka ke pelukan dan melarikan diri dari daerah itu. Sementara itu, terpisah, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui KBRI Ankara dan KJRI Istanbul Turki menyatakan, hingga saat ini tidak ada informasi terkait WNI yang menjadi korban dalam ledakan bom di daerah Taksim, Istanbul, Turki, tersebut.

Walaupun daerah Taksim diketahui merupakan salah satu tujuan wisata favorit di Turki yang kerap dikunjungi wisatawan asal Indonesia. Melansir laman Kemenlu RI, Senin (14/11/2022), hingga saat ini KBRI Ankara dan KJRI Istanbul terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat, serta komunitas masyarakat Indonesia yang ada di sekitar lokasi. 

Adapun dari data base yang ada, ada 500 WNI yang saat ini menetap di Istanbul Turki. Kementerian Luar Negeri Indonesia saat ini terus memberikan imbauan kepada masyarakat Indonesia di Istanbul dan sekitarnya untuk tetap waspada dan menghindari keramaian jika tidak ada keperluan mendesak.

Dalam keadaan darurat WNI juga diharapkan langsung segera menghubungi otoritas setempat dan Perwakilan RI. (tim redaksi)

#seranganbomdiistanbul
#seranganbomditurki
#korbantewas
#korbanlukaluka
#wni
#presidenturkireceptayyiperdogan
#didugaseranganbombunuhdiri

Tidak ada komentar