Breaking News

4 Kecamatan Langganan Terendam Banjir di Bandar Lampung, BPBD Imbau Warga Waspada

Banjir yang melanda Bandar Lampung pekan ini. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung mencatat, empat titik di empat kecamatan merupakan langganan banjir, seperti yang terjadi pekan ini. Intensitas hujan yang tinggi sejak Rabu (10/11/2022) membuat banjir menggenangi banyak wilayah.

"Titik banjir masing-masing ada di Kecamatan Way Halim, Kemiling, Kedamaian dan Rajabasa," kata Pelaksana Tugas BPBD Kota Bandarlampung, Yusnadi Ferianto dalam keterangannya, dikutip Sabtu (12/11/2022). 

Ia mengatakan, dari empat titik lokasi banjir tersebut terdapat satu titik yang cukup parah terdampak dan saat ini masih dilakukan penanggulangan pembersihan sisa-sisa banjir. 

"Berdasarkan laporan tim yang paling parah itu ada di lapangan di Jagabaya III, Kecamatan Way Halim. Paling parah dengan ketinggian air 50 centimeter, petugas saat ini sedang melakukan penanganan setelah banjir," jelasnya.

Sementara itu, di tiga lokasinya lagi banjir tidak terlalu parah, sebab saat petugas BPBD datang ke masing-masing lokasi air telah surut. "Rata-rata penyebab banjir masih karena sampah yang menumpuk di kali dan drainase sehingga menyebabkan air meluap ke permukaan," ungkapnya.

Namun, ia mengimbau masyarakat tetap waspada dengan potensi banjir, sebab berdasarkan koordinasi dengan BMKG, mereka memprediksi adanya peningkatan curah hujan hingga beberapa hari mendatang. 

"Kami selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada serta menyiagakan personel agar dapat cepat tanggap dalam penanggulangan bencana," sarannya. Apalagi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyebutkan, kawasan terdampak banjir di Lampung memiliki kerentanan tanah yang tinggi.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam siaran daring, terpisah sebelumnya, mengatakan, merujuk pada laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), bahwa kawasan pesisir Lampung Selatan merupakan tipe sedimen dengan kerentanan yang tinggi.

"Artinya daya serap airnya, daya kemampuan tanah untuk mengikat air itu mungkin tidak terlalu optimal. Ini kemudian yang menyebabkan terjadinya banjir yang cukup signifikan," ujar Abdul.

Dampak banjir Lampung Selatan cukup besar dengan intensitas hujan yang cukup tinggi. Maksimal 300 mm dan sempat juga menyebabkan empat orang meninggal dunia akibat terseret arus banjir.

Sehingga menurut Abdul, langkah antisipasi mandiri perlu dilakukan saat curah hujan tinggi di kawasan tersebut. BNPB pun telah berkoordinasi dengan 514 kabupaten/kota dalam menghadapi kedatangan musim hujan yang lebih awal. 

Sehingga, tidak ada waktu untuk tidak menyiapkan kelengkapan alat perangkat dan personel saat ancaman telah ada di depan mata. Abdul mengatakan, dalam kondisi tersebut, penanaman pohon atau revitalisasi hutan adalah penanganan untuk solusi permanen masalah banjir.

Namun saat ancaman sudah dekat, saat ini yang dapat dilakukan adalah mempersiapkan diri dengan kondisi kedaruratan. "Tentu saja masyarakat pemerintah TNI-Polri memastikan alat perangkat personel di kabupaten-kabupaten, di kota-kota yang notabene itu sering terjadi banjir. Pastikan ada perahu dan alat beratnya," rincinya. (tim redaksi)

#banjirlampung
#banjirbandarlampung
#rentanbencana
#intensitashujantinggi
#mitigasibencana
#bpbdkotabandarlampung
#bnpb

Tidak ada komentar