Breaking News

132 Orang Tewas Akibat Bencana Badai Tropis Nalgae di Filipina

Kerusakan akibat badai tropis Nalgae di Filipina (twitter) 

WELFARE.id-Badan bencana nasional Filipina menyampaikan bahwa imbas Badai Tropis Nalgae yang melanda negaranya telah menyebabkan korban tewas yang terus melonjak. Terbaru, mengutip Chinadaily, Selasa (1/11/2022), pemerintah melaporkan, setidaknya 132 orang tewas dan puluhan lainnya masih hilang. 

Badan Bencana Nasional Filipina mengungkap bahwa sangat sedikit harapan untuk bisa menemukan korban selamat di daerah yang paling parah terkena badai di Filipina tersebut. Adapun mayoritas korban yang tewas diakibatkan oleh bencana banjir bandang dan tanah longsor karena Badai Tropis Nalgae di Filipina tersebut. Selain itu, badai tersebut juga menghancurkan desa-desa di pulau selatan Mindanao pada Jumat (28/10/2022). 

Meski begitu, Mindanao jarang sekali dilanda banyak badai, padahal badai menerjang Filipina setiap tahun. Namun badai yang mencapai wilayah tersebut cenderung akan lebih mematikan daripada badai di Luzon, pulau utama di negara Filipina. 

Kepala Pertahanan Sipil di wilayah Bangsamoro di Mindanao, Naguib Sinarimbo mengatakan bahwa peluang bertahan hidup di wilayah tersebut hampir nol. "Kami telah mengalihkan operasi kami dari operasi pencarian dan penyelamatan ke operasi pengambilan karena peluang bertahan hidup setelah dua hari hampir nol," kata Naguib Sinarimbo. 

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa jumlah korban jiwa kemungkinan akan meningkat. Badan bencana nasional mencatat 63 orang masih hilang dalam laporan terbarunya. 

Tim penyelamat dalam bencana itu berupaya mencari korban di lumpur dan puing-puing, untuk bisa menemukan lebih banyak mayat, sedangkan para korban yang selamat melanjutkan tugas membersihkan rumah mereka yang telah terendam banjir. 

Warga menyapu air berlumpur dari rumah dan toko mereka, sedangkan perabotan dan barang-barang lainnya terlihat mengering di jalanan Ibu Kota, Manila. "Sepanjang hidup saya tinggal disini, baru pertama kali mengalami banjir seperti ini," kata Joselito Ilano, 55, yang rumahnya terendam air setinggi pinggang. 

Menurutnya, dia sudah terbiasa dengan banjir di daerahnya itu, tetapi ini menjadi banjir yang terburuk baginya. "Saya sudah terbiasa dengan banjir disini, tetapi ini yang terburuk, saya terkejut," lanjut Ilano. 

Badai Tropis Nalgae membanjiri desa-desa dan menghancurkan tanaman dan menyebabkan listrik di banyak daerah mati, saat banjir menerjang seluruh negeri. 

Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa badai yang mematikan dan merusak akan menjadi lebih kuat saat dunia mengalami cuaca yang lebih hangat, karena adanya perubahan iklim. 

Adapun dengan prakiraan cuaca di negara bagian itu telah diperingatkan bahwa badai tropis lainnya sedang menuju ke Filipina. 

Adanya perubahan cuaca, dapat membawa lebih banyak hujan lebat ke daerah-daerah yang terkena dampak buruk Badai Tropis Nalgae. 

Tanah longsor dan banjir bandang yang berasal dari sebagian besar lereng gunung yang gundul telah menjadi salah satu bahaya paling mematikan yang ditimbulkan oleh badai di Filipina dalam beberapa tahun terakhir. 

Pada bulan April lalu, tanah longsor dan banjir mematikan yang dipicu oleh badai tropis lainnya menghancurkan pertanian dan aktivitas nelayan di provinsi tengah Leyte, Filipina. (tim redaksi) 

#filipina
#philipines
#nalgae
#tropicalstorm
#badaitropis
#mindanao

Tidak ada komentar