Breaking News

Wanda Hamidah Masih Bertahan di Dalam Rumah Kosong, Tanpa Listrik dan Air

Wanda Hamidah di rumah yang kini harus dikosongkan. Foto: Istimewa/ Dok.Insertlive

WELFARE.id-Buntut pengusiran rumah yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat (Jakpus), sejumlah petugas PLN akhirnya mematikan aliran listrik di rumah artis Wanda Hamidah di Menteng, Jakpus. 

Praktis, sejak Kamis (13/10/2022) siang, di kediaman keluarga Wanda Hamidah ‎dan beberapa keluarga lainnya tak lagi ada air dan listrik.

Bahkan, air bersih pun tak lagi mengalir di rumahnya. "Ini lihat, rumah kami ‎tak lagi ada aliran listrik, ruangan gelap, air tidak mengalir, kami dipaksa mengosongkan rumah," kata Wanda saat ditemui wartawan di Jalan Citanduy, Menteng, Jakarta Pusat, dikutip Sabtu (15/10/2022).

Meski Pemkot Jakpus telah melayangkan surat peringatan ketiga dengan perintah pengosongan lahan, Wanda tetap bertahan dan akan melakukan perlawanan dengan membuat laporan polisi (LP) ke Mabes Polri. Tampak puluhan kardus besar yang berisi perabotan dari rumah Wanda sudah berjajar di depan rumah dan siap diangkut ke truk.

Pemprov DKI Jakarta bersama dengan pemilik lahan, yang masih berstatus hak guna bangunan (HGB), memaksa mantan artis ini untuk meninggalkan rumah di Jalan Citanduy, Menteng, Jakarta Pusat. Sementara itu, para tetangganya yang juga di‎minta untuk mengosongkan lahan telah pasrah. 

Mereka sudah mengemas barang-barang sejak sebulan lalu. "Kita sudah pasrah, karena kepemilikan tanah hanya berstatus SIP," kata penghuni rumah berinisial JKL.

Dia bersama anggota keluarga lainnya akan pindah ke‎ wilayah Depok, Jawa Barat. "Hari ini, aliran listrik sudah diputus," imbuhnya.

Dia bercerita, sejak 2012 lalu, keluarganya tak lagi bisa membayar pajak bumi bangunan (PBB) di lahan yang ditempatinya. Padahal, sejak 1960 keluarga mereka telah menempati rumah tersebut. 

"Sekian lama kami tinggal di sini, tahun 2012 kami tidak bisa bayar PBB, itu tanda-tanda. Kami pun tidak bisa membuat sertifikat tanah berdasarkan SIP ini," imbuhnya.

Dia mengatakan, telah menerima uang kerohiman dari pemilik lahan sekitar Rp250 juta. "Kami tidak melawan, kami pasrah dan akan mengosongkan lahan ini hari ini," ungkapnya.

Hal ini berbeda dengan Wanda Hamidah. Ia bersama dengan kuasa hukumnya akan melakukan perlawanan kepada pemilik hak guna bangunan (HGB) atas nama Japto Soerjosoemarno. (tim redaksi)

#wandahamidah
#diusirdarirumah
#sip
#japtosoerjosoemarno
#sipkedaluwarsa
#mentengjakpus
#pemkotjakpus

Tidak ada komentar