Breaking News

Tunggu Pengacara, Pemeriksaan Irjen Teddy Minahasa terkait Kasus Narkoba Ditunda

Irjen Pol Teddy Minahasa Putra. Foto: net

WELFARE.id-Kasus keterlibatan mantan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Teddy Minahasa Putra terkait penjualan 5 kilogram (kg) narkoba jenis sabu-sabu terus diusut. 

Sebelumnya, jenderal bintang dua itu menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Sabtu (15/10/2022). Tapi pemeriksaan itu harus tertunda dan akan dilanjutkan Senin (17/10/2022).

Terjadinya penundaan pemeriksaan itu, lantaran Irjen Teddy Minahasa menolak pendampingan dua advokat yang berasal dari kedinasan Polri. Dia beralasan dirinya ingin memilih sendiri pengacara yang mendampinginya.

"Dari Polda Metro Jaya kami tadi sudah menyiapkan juga advokat dari dinas. Tapi tidak diterima karena yang bersangkutan ingin menggunakan pengacara dari beliau sendiri, disiapkan pihak keluarga," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombespol Endra Zulpan, Sabtu malam (15/10/2022).

Jadi, kata Zulpan lagi, pemeriksaan terhadap Teddy Minahasa ditunda karena tersangka kasus peredaran narkoba itu ingin didampingi oleh pengacara pribadinya. 

Tapi sebelumnya pemeriksaan terhadap Teddy oleh penyidik Direktorat Reserse Narkoba itu sempat berlangsung. Namun kemudian Irjen Teddy meminta agar pemeriksaannya ditunda dan penyidik pun menyetujui permintaan tersebut.

"Pemeriksaan sempat berlangsung, namun tidak bisa dituntaskan atas permintaan Pak Irjen Teddy Minahasa untuk diundur menjadi Senin besok, dengan alasan yang bersangkutan ingin didampingi pengacara pribadinya,” cetus Zulpan juga.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Sigit Prabowo dalam konferensi pers mengakui sejumlah anggota Polri terlibat jaringan narkoba, mereka mulai dari berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka), Komisaris Polisi (Kompol) hingga Inspektur Jenderal Polisi (Irjen). 

Salah satunya adalah Kapolda Sumatra Barat yang tengah berproses mutasi menjabat Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Teddy Minahasa. Sigit juga mengaku telah memerintahkan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri untuk menangkap Irjen Teddy. 

Saat ini jenderal bintang dua itu telah ditahan di tempat khusus (patsus) untuk diproses lebih lanjut. Ia juga menegaskan tidak akan pandang bulu dalam melakukan pemberantasan peredaran gelap narkoba. 

Apapun pangkat anggota Polri jika terlibat kasus narkoba akan di proses secara etik dan pidana.
”Saya minta Kadiv Propam melaksanakan pemeriksaan etik dan kita proses PDTH (Pemberhentian dengan Tidak Hormat),” tegas Sigit, Jumat (14/10/2022). 

Menurutnya juga pengungkapan kasus jaringan narkoba yang melibatkan Irjen Teddy itu berawal dari pengembangan kasus narkoba yang dilakukan oleh jajaran Polda Metro Jaya. 

Dalam kasus itu, Polda Metro Jaya mengamankan tiga orang dari masyarakat sipil. Kemudian dilakukan pengembangan, hasilnya mengarah ke anggota Polri berpangkat Bripka, Kompol yang menjabat Kapolsek, dan mantan Kapolres Bukti Tinggi berpangkat AKBP. 

”Kemudian dari pengembangan kasus, kita melihat ada keterlibatan Irjen TM (Teddy Minahasa). Saya minta Kadiv Propam untuk menjemput dan memeriksa terhadap Irjen TM ini. Tidak ada pandang bulu,” cetus Sigit juga. (tim redaksi)

#narkoba
#irjenpolteddyminahasa
#kapoldasumbar
#peredaransabu-sabu
#barangbukti
#divisipropam
#kapolri
#jenderallistyosigitprabowo

Tidak ada komentar