Breaking News

Tuding Aremania Jadi Penyebab Kerusuhan Kanjuruhan, Ade Armando Dilaporkan ke Polisi

Suporter Arema FC, Aremania melaporkan penggiat media sosial Ade Armando ke Polres Malang Kota, Selasa (11/10/2022). Foto: Arsip Aremania DC

WELFARE.id-Lagi, pegiat media sosial (medsos) yang juga dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando dilaporkan ke polisi. Kali ini dia dilaporkan oleh Aremania, Selasa (11/10/2022).  

Pelaporan dilakukan lantaran Ade Armando menuding Aremania jadi pangkal penyebab terjadinya tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang suporter fanatik Arema FC dan ratusan luka-luka tersebut. 

Sebelumnya, dalam video unggahannya Ade Armando mengatakan bahwa suporter Arema FC itu merupakan pangkal masalah dari terjadinya tragedi Kanjuruhan.

Tudingan Ade Armando yang viral itu sontak membuat salah satu koordinator Aremania geram, yang akhirnya melaporkan Ade Armando ke Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota.

Azam Khan, selaku tim pengacara koordinator Aremania mengatakan, bahwa apa yang disampaikan oleh Ade Armando dalam unggahannya menyinggung perasaan serta membuat gaduh para suporter Arema FC.

”AA (Ade Armando) menyinggung perasaan dan membuat kegaduhan, karena dia menyebut Aremania, maka klien kami yang merupakan salah satu koordinator Aremania melaporkan hal itu," ucap Azam, Selasa (11/10/2022).

Ia juga menyebut, bahwa apa yang dilakukan Ade Armando sudah menyalahi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE. ”Pelaporan ini menyangkut (UU) ITE," cetus Azam juga.

Dalam unggahan tersebut, lanjut Azam, Ade Armando juga telah menyebut bahwa Aremania berperilaku layaknya preman dan bersikap sok jagoan, masuk ke lapangan hingga akhirnya menyebabkan kerusuhan.

Selain itu, menurut Azam juga, Ade seolah tidak menunjukkan rasa empati terhadap korban tragedi Kanjuruhan yang telah menewaskan 132 korban jiwa dan ratusan luka-luka tersebut.

"Dia main langsung tembak saja, seolah-olah mendiskreditkan Aremania. Dalam hal ini, Aremania disebut sebagai preman, sok jagoan dan sebagainya," paparnya lagi. 

Dengan adanya laporan tersebut, Azam berharap bisa memberikan rasa keadilan bagi Aremania, dengan proses hukum yang berjalan netral serta objektif terhadap Ade Armando.

”Jadi apapun alasannya proses hukum terus dijalankan. Tidak bisa tidak. Soal nanti klarifikasi, kita kembali pada klien kita," terangnya juga.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febrianto Prayoga mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera melakukan proses penyelidikan terhadap laporan yang dilakukan Aremania tersebut.

”Laporan sudah diterima. Masih harus kita dalami dan penyelidikan lebih lanjut," kata Bayu singkat. (tim redaksi)


#tragedikanjuruhan
#aremania
#adearmando
#polresmalangkota
#koordinatoraremania
#uuite

Tidak ada komentar