Breaking News

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Panglima: Empat Prajurit TNI Akui Bertindak Berlebihan

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Foto: net

WELFARE.id-Sesuai janji, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa langsung memerintahkan jajarannya memeriksa anggota TNI AD yang bertindak berlebihan karena memukuli suporter dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. 

Andika mengungkapkan sudah ada 4 prajurit TNI yang mengaku melakukan tindakan berlebihan saat terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang menyebabkan 131 orang tewas saat pertandingan BRI Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya. 

Menurut Andika juga, pengakuan tersebut didapatkan setelah memeriksa 5 prajurit TNI yang saat peristiwa terjadi melakukan penjagaan. Empat anggota TNI itu mengaku melakukan tindakan yang berlebihan.

”Prajurit yang sudah kita periksa ada lima karena sudah ada bukti awal. Dari lima ini, empat mengaku, tetapi satu belum. Tetapi kami tidak menyerah,” ujar Andika usai mendampingi Presiden Jokowi meninjau pameran alutsista dan parade pasukan TNI dalam rangka Peringatan ke-77 Hari TNI Tahun 2022, di depan Istana Merdeka, Rabu (5/10/2022).

Karena itu, pihaknya akan terus mengumpulkan bukti dan fakta terkait kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) tersebut. 

”Kami terus meminta info dari siapapun juga. Siapa tahu (mereka) punya videonya,” ujar juga mantan KSAD ini. Tidak berhenti di situ, pihaknya juga sedang memeriksa unsur pimpinan yang saat itu bertugas melakukan pengamanan. 

Karena lima prajurit TNI yang diperiksa, di antaranya empat orang berpangkat sersan dua (serda) dan satu orang prajurit satu (pratu).

”Kita memeriksa juga yang lebih atasnya. Prosedur apakah yang mereka lakukan? Apakah mereka sudah mengingatkan dan seterusnya. Ini sampai tingkat komandan batalyonnya yang ada juga di situ. Jadi kami terus,” cetus Andika lagi. 

Pemeriksaan terhadap unsur pimpinan juga sebagai bentuk sebuah evaluasi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. Adanya tindakan berlebihan dari sejumlah anggota TNI, menurutnya sebagai bentuk pengarahan tentang penekanan tugas kewenangan TNI dalam menangani kerusuhan tidak berjalan dengan baik.

”Ini juga satu bentuk evaluasi, karena (kekerasan) tidak boleh terjadi. Lakukan briefing, penekanan tentang batas kewenangan TNI dalam bertindak, walau kita BKO, berarti tidak jalan,” tegasnya juga jenderal bintang empat ini lagi. 

Andika memaparkan dari sebuah video terlihat ada sejumlah prajurit TNI yang menyerang masyarakat yang tidak melakukan tindakan penyerangan saat kerusuhan terjadi. Tindakan prajurit TNI tersebut, dinilainya sangat tidak bagus sekali.

”Menurut saya, ya sangat sangat tidak bagus. Kita sebagai lapisan ketiga. Polisi itu ada SOP bila terjadi emergency, respons awal itu siapa? Apakah Sabhara, yang terakhir itu seingat saya Brimob. Kita yang keempat. Biasanya begitu, tapi itu yang menggerakkan pimpinan Polri,” tutur Andika juga. 

Dari video yang didapatkannya, prajurit TNI yang melakukan kekerasan sama sekali tidak merespon masalah yang terjadi. Justru ia melakukan tindakan kekerasan kepada warga yang sedang berjalan. 

”Orang lagi jalan di depannya, tahu-tahu diberi tindak kekerasan seperti kita lihat di video itu kan. Itu menyalahi sekali,” cetusnya juga. Untuk itu, ia memastikan akan melakukan investigasi terhadap tindakan kekerasan tersebut. 

Jika terbukti bersalah, prajurit TNI tersebut bisa dikenai sanksi minimal Pasal 351 KUHP ayat 1. ”Belum lagi KUHP Pasal 126, lebih kewenangannya dalam bertindak. Itu minimal. (Investigasi) jalan terus. Masing-masing pasal kan ada ancaman hukumannya. Bagi saya itu sudah sangat jelas, itu pidana,” lanjutnya. 

Sebelumnya, dalam video yang viral di masyarakat, memperlihatkan dua prajurit yang melompat sambil menendang ke arah tubuh dua orang penonton di lapangan Kanjuruhan. 

Kedua suporter ini mendapat tendangan keras ketika berusaha kembali ke area tribune penonton seusai memasuki lapangan pertandingan. Tendangan keras dua prajurit tersebut membuat dua suporter ini terpental dan terkapar ke lapangan. 

Tak jauh dari lokasi kekerasan ini, terlihat puluhan prajurit turut mengejar dan memukuli suporter yang berlarian menggunakan pentungan meski mereka sudah tidak berdaya. (tim redaksi)


#tragedikajuruhan
#tniad
#panglimatni
#jenderalandikaperkasa
#sanksipemukulan
#sanksitegas

Tidak ada komentar