Breaking News

Teror dan Intimidasi Hantui Saksi dan Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan

Sejumlah pendukung Aremania menabur bunga dan syal di depan salah satu pintu gerbang masuk Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Foto: net

WELFARE.id-Ancaman teror menghantui para suporter Aremania yang berhasil selamat dari tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022) lalu. 

Ancaman teror terhadap penyintas tragedi Kanjuruhan itu diungkapkan Kepala Kantor YLBHI LBH Pos Malang, Daniel Alexander Siagian. Dia mengatakan bahwa penyintas tragedi Kanjuruhan masih belum bisa tenang usai lolos dari maut. 

Lantaran beberapa hari pascakejadian, mereka justru dihantui intimidasi. Intimidasi dan teror itu didapat sebagian korban selamat di tragedi maut yang terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

”Untuk pasca kejadian ini yang kita bisa kabarkan, bahwa teman-teman yang kemarin mengalami tragedi Kanjuruhan yang alhamdulillah masih bisa selamat, ini masih rentan terhadap teror dan intimidasi," kata Daniel melalui keterangannya sebagaimana dikutip dari YouTube Yayasan LBH Indonesia, Rabu (5/10/2022).

Daniel mengungkapkan, intimidasi itu terutama dialami suporter Aremania yang menjadi saksi mata kejadian. Terlebih suporter yang melakukan dokumentasi baik berupa video atau foto saat aparat melakukan kekerasan dan menembakan gas air mata ke arah tribun penonton.

"Teror dan intimidasi saksi-saksi tersebut yang melakukan pendokumentasian kejadian dalam tragedi Kanjuruhan," papar Daniel juga.

Untuk diketahui, korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan sebanyak 131 orang. Peristiwa maut itu terjadi usai aparat menembakkan gas air mata karena sejumlah suporter Aremania masuk ke lapangan usai tim kesayangannya kalah.

Angka resmi korban meninggal tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berdasarkan Posko Postmortem Crisis Center hingga Selasa (4/10/2022). Data korban tewas ini mengalami penambahan 6 orang dari sebelumnya 125 orang tewas.

Penanggungjawab Data Korban Tragedi Kanjuruhan, Zulham Akhmad Mubarrok mengatakan, sampai Selasa (4/10/2022) siang, data korban meninggal mencapai 131 jiwa. "131 sampai siang ini. Ganti nama, ganti identitas saja, keluar masuk datanya," terangnya. (tim redaksi)


#tragedi
#stadionkanjuruhan
#malang
#jawatimur
#teror
#penyintaskajuruhan 
#ylbhilbhposmalang

Tidak ada komentar