Breaking News

Terdampak Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, 11 Rumah Warga Ambruk Belum Dapat Ganti Rugi

Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi atau Kang Dedi melihat salah satu rumah warga yang ambruk akibat proyek terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Foto: YouTube Kang Dedi

WELFARE.id-Akibat pembangunan terowongan kereta cepat Jakarta-Bandung, sebanyak 11 rumah warga yang berlokasi di Kampung Tegalnangklak, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, ambruk. 

Robohnya belasan rumah warga tersebut diinformasikan oleh mantan Bupati Purwakarta yang kini anggota DPR RI, Dedi Mulyadi, melalui unggahan di akun Facebooknya, Kang Dedi Mulyadi, Rabu (12/10/2022).
 
Dalam unggahannya itu, Dedi mengatakan, pembangunan terowongan kereta cepat Jakarta-Bandung yang dikerjakan oleh PT Sinohydro itu kini telah hampir selesai. 

Akan tetapi, sampai saat ini warga yang rumahnya rusak bahkan ambruk dampak pembangunan terowongan kereta cepat tersebut masih belum menerima kepastian mengenai proses ganti rugi.

"Pembangunan terowongan sudah hampir rampung, sedangkan warga tidak mendapat kejelasan kapan rumahnya yang ambruk apakah akan diganti," kata Dedi Mulyadi juga. 

Dedi juga mengungkapkan, warga yang rumahnya ambruk terdampak pembangunan terowongan saat ini memilih tinggal di rumah kontrakan. 

Karena itu, Dedi mendesak agar PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) bisa segera membangun kembali rumah warga yang rusak atau ambruk akibat pembangunan terowongan kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Mereka menangis di kontrakan yang sempit, seperti kehilangan harapan. Saya minta pihak perusahaan segera membangun kembali rumah warga yang sudah hancur," pungkasnya. 

Sebelumnya, pembangunan jalur kereta cepat di Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten bandung Barat (KBB), Jawa Barat, juga merugikan warga sekitarnya.

Sejak awal pengerjaan proyek pembangunan tiang elevated jalur kereta cepat dua tahun lalu, banjir jadi sering melanda wilayah tersebut. 

Selain sering terjadi, banjir yang menerjang pun semakin besar sehingga menimbulkan kerusakan, salah satunya memutus akses menuju TPA dan RA Nurul Azmi. 

Mendapat protes dari warga dan anak-anak TK yang terdampak, PT KCIC pun segera melakukan pemeriksaan. Hasilnya, proyek kereta cepat menyebabkan penyempitan saluran air.

Sehingga volume air yang tidak tertampung meluap membanjiri bangunan sekolah. "Kami dari KCIC berusaha memberikan penekanan dan penegasan kepada kontraktor untuk selalu memperhatikan aspek yang mungkin timbul (terutama) dari aspek Amdalnya," kata GM Corporate Secretary PT KCIC, Rahadian Ratry, Jumat (17/6/2022). 

Dia juga mengatakan pihaknya bersama tim kontraktor sudah melaksanakan join inspection untuk melihat kondisinya bangunan sekolah yang kebanjiran tersebut. 

Rahadian mengaku, PT KCIC dengan kontraktor langsung membentuk tim untuk memperbaiki saluran air yang menjadi penyebab terjadinya banjir tersebut. 

"Jadi sekali lagi, ini bukan sesuatu yang kami diamkan saja. Kami follow-up dan kami tindak lanjuti dengan membentuk tim joint inspection. Kami akan memasang gorong-gorong di wilayah itu agar tidak banjir lagi," cetusnya juga. (tim redaksi)


#proyekkeretacepat
#bandung-jakarta
#rumahwargaambruk
#dedimulyadi
#anggotadprri
#mantanbupatipurwakarta

Tidak ada komentar