Breaking News

Terdakwa Pemalsuan Surat, Alvin Lim Dijemput Paksa di Bareskrim Polri dan Dijebloskan ke Rutan Salemba

Tangkapan layar TV One saat penangkapan pengacara Alvin Lim saat dijemput paksa jaksa Kejati DKI Jakarta, Selasa (18/10/2022). Foto: Istimewa

WELFARE.id-Terdakwa Alvin Lim dijemput paksa oleh jaksa usai dirinya divonis 4,5 tahun penjara pada tingkat Pengadilan Tinggi DKI Jakarta terkait kasus pemalsuan surat. Alvin Lim dijemput paksa di Bareskrim Polri dan langsung dibawa ke Rutan Salemba, Selasa (18/10/2022).

Kasipenkum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Ade Sofyan mengatakan, penjemputan paksa Alvin Lim berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi DKI nomor 28/pid/2022/PT DKI. Penjemputan paksa dilakukan karena Alvin Lim sudah divonis terkait perkara pemalsuan surat.

"(Penahanan terkait) Putusan PN (terbukti bersalah tindak pidana pemalsuan surat secara berlanjut). Dalam salah satu putusannya melakukan penahanan," kata Sofyan kepada wartawan, dikutip Kamis (20/10/2022).

Diketahui, Alvin Lim mengajukan banding atas dakwaan yang diterimanya. Namun hakim tetap memvonis terdakwa dengan hukuman pidana 4,5 tahun penjara.

"Ya tetap dilakukan penahanan, kita kan melaksanakan putusan," ujar dia. Alvin dijemput paksa pihak kejaksaan pada pukul 19.00 di Bareskrim Polri. 

Alvin yang mengenakan kacamata dengan kemeja merah hitam langsung digiring pihak kejaksaan masuk ke dalam mobil hitam. Sementara itu, tim pengacara LQ Indonesia Lawfirm Geraldi Renaldi terpisah menyatakan, kejaksaan tidak menunjukkan surat penangkapan terhadap Alvin Lim dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

"Tidak ada surat penangkapan dan penahanan atau apapun itu," ujar Geraldi, melansir tempo.co, Kamis (20/10/2022). Geraldi mengaku kaget terkait penangkapan dan penahanan terhadap koleganya tersebut karena saat bersama-sama berada di Bareskrim Polri.

Alvin Lim dinyatakan terbukti bersalah oleh hakim melakukan tindak pidana pemalsuan surat secara berlanjut. Alvin Lim dinyatakan melanggar Pasal 263 ayat 2 juncto Pasal 55 ayat 1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. (tim redaksi)

#pengacaraalvinlim
#kasuspemalsuansurat
#voniskejatidkijakarta
#bareskrimpolri
#penjemputanpaksa
#tindakpidanapemalsuansurat
#alvinlim

Tidak ada komentar