Breaking News

Terbang ke Malang, Presiden Jokowi Beri Santunan Korban Tragedi Kanjuruhan

Presiden Joko Widodo (dok setkab) 

WELFARE.id-Presiden Jokowi dijadwalkan akan memberikan santunan kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur hari ini, Rabu, (5/10/2022). Jokowi langsung terbang ke Malang usai memimpin upacara HUT TNI ke-77 di Lapangan Istana Merdeka, Jakarta. "Iya (terbang ke Malang) habis HUT TNI," ujar Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono 

Jokowi langsung menuju Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) untuk menjenguk dan memberikan santunan kepada korban tragedi gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (5/10/2022). Tak sendirian, orang nomor satu di Indonesia itu didampingi Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, Gubernur Jawa Timur Khofifah, dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali. 

Jokowi akan memberikan langsung bantuan tersebut. Masing-masing keluarga korban mendapatkan bantuan sebesar Rp50 juta. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan korban Tragedi Kanjuruhan bertambah pada Selasa kemarin, 4 Oktober 2022. Jumlah korban saat ini mencapai 131 jiwa. 

Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang terjadi setelah laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Dalam laga itu tuan rumah Arema FC menelan kekalahan 2-3. Kekalahan itu menyebabkan beberapa suporter turun dan masuk ke lapangan. Petugas keamanan dari Polri dan TNI kemudian menghalau para suporter yang masuk ke lapangan itu. 

Aparat kepolisian kemudian meletupkan senjata gas air mata ke arah penonton baik yang berada di dalam lapangan maupun di tribun. Akibatnya massa kocar kacir menuju satu titik keluar. Nyaris seluruh pintu stadion pun terkunci. Sebagian diantaranya berhasil dijebol dan ada juga yang menjebol ventilasi udara. Alhasil, banyak suporter Arema FC yang meninggal karena terinjak injak saat berebut keluar. 

Komisi Disiplin PSSI pun menjatuhkan sanksi kepada Arema FC, Ketua Panpel Abdul Haris dan Security Officer Suko Sutrisno. Arema FC dilarang menggelar laga dengan penonton sebagai tuan rumah dan harus dilaksanakan di tempat yang jauh dari home base Malang sejauh 210 km. "Arema FC juga kena denda Rp250 juta. Kemudian Ketua Panpel, Abdul Haris tidak boleh beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup. Security Officer, Suko Sutrisno sebagai petugas pertandingan tidak boleh beraktivitas di sepak bola seumur hidup," kata Ketua Komdis PSSI Erwin Tobing. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat atas Tragedi Kanjuruhan itu. Selain itu, terdapat 9 komandan Brigade Mobil Polda Jawa Timur yang ikut dicopot plus 28 anggota menjalani pemeriksaan kode etik. (tim redaksi) 

#tragedikanjuruhan
#kanjuruhan
#malang
#presidenri
#presidenjokowi
#jokowidodo
#jokowi

Tidak ada komentar