Breaking News

Rencana Merger Kroger-Albertsons Ditarget Rampung 2024, Ubah Peta Industri Ritel AS

Kroger berencana melakukan merger dengan Albertsons di Amerika Serikat. Foto: Ilustrasi/ Shutterstock

WELFARE.id-Industri ritel Amerika Serikat (AS) merasakan dampak dari inflasi dan kebijakan kenaikan suku bunga The Fed. Satu persatu perusahaan ritel mengubah skema penjualan jika tak ingin tumbang.

Budaya belanja orang di AS juga berubah seiring perlambatan ekonomi. Berdasarkan data setempat, lebih dari 1 juta rumah tangga di AS berbelanja di jaringan grosir Aldi untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir ini. 

Mereka meninggalkan grosir yang lebih mahal. Walmart sendiri mengaku bahwa tingkat inflasi makanan yang tinggi telah mempengaruhi pelanggan untuk membeli barang-barang pilihan, seperti pakaian dan furnitur. 

Melihat hal itu, sejumlah ritel di AS yang menyasar segmen menengah dan bawah disebut rentan. Bahkan mereka terancam bangkrut di tengah perlambatan ekonomi dan ancaman resesi pada 2023. 

Merek-merek ritel tersebut adalah Bed Bath & Beyond, Rite Aid, Party City, Tuesday Morning, Joann, hingga Gap. Termasuk juga perusahaan e-commerce, seperti Wayfair dan Stitch Fix. 

Menurut lembaga kredit setempat, merek-merek ritel tersebut memiliki risiko kebangkrutan sangat tinggi dan akan lebih dulu jatuh jika kondisi ekonomi memburuk. Terbaru, Kroger mengumumkan rencana pembelian Albertsons senilai USD25 miliar setara Rp386,8 triliun. 

Rencana ini diprediksi akan mengubah peta industri ritel di AS dan juga cara jutaan pelanggan membeli bahan makanan mereka. Kesepakatan itu diperkirakan akan selesai pada 2024.

Strategi bisnis itu akan menggabungkan dua jaringan supermarket terbesar di negara itu dan menciptakan salah satu perusahaan swasta terbesarnya. Kedua perusahaan memiliki gabungan 710.000 pekerja, serta 85 juta rumah tangga.

Industri ritel telah berkonsolidasi dalam beberapa tahun terakhir, dan penggabungan akan memberi perusahaan skala yang lebih besar untuk menangkis persaingan dari Amazon (AMZN), Walmart (WMT), dan raksasa ritel lainnya. 

Supermarket tradisional telah ditekan oleh perusahaan-perusahaan ini dan lainnya - rantai diskon seperti Dollar General (DG) dan Aldi, klub gudang seperti Costco (COST), dan pedagang grosir online. Jika kesepakatan itu selesai, itu akan menjadi salah satu merger terbesar dalam sejarah ritel AS.  

"Perusahaan akan menjadi rantai ritel terbesar ketiga di Amerika berdasarkan penjualan. Pangsa pasar gabungannya dalam industri bahan makanan senilai USD1,4 triliun akan menjadi 13,5%," ujar analis ekonomi Morgan Stanley.

Jika merger tersebut terlaksana, ini akan menjadikan mereka penjual bahan makanan terbesar kedua di belakang 15,5% pangsa Walmart. CEO Kroger Rodney McMullen mengatakan, penggabungan ini akan mempercepat posisi perusahaan sebagai alternatif yang lebih menarik untuk pesaing yang lebih besar dan nonserikat.

"Langkah ini juga dilakukan ketika perusahaan berjuang melawan biaya yang lebih tinggi dan inflasi makanan mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade," tegas Rodney, melansir cnn.com, Selasa (18/10/2022).

Kroger melihat kesepakatan itu akan menguntungkan konsumen dan akan menggunakan setengah miliar dolar dalam penghematan biaya dari merger untuk berinvestasi pada harga yang lebih rendah. 

Albertsons dikenal memiliki harga lebih tinggi daripada Kroger dan analis mengatakan Kroger mungkin mencoba menurunkan harga rantai. (tim redaksi)

#kroger
#albertsons
#industriritelas
#amerikaserikat
#ancamanresesi
#perlambatanekonomi
#perubahangayabelanjadias
#ritel

Tidak ada komentar